Friday, May 29, 2020
Home > Berita > Seorang Penyelundup Shabu dan Ektasi dari Malaysia Divonis Mati, 7 Terdakwa Dihukum Seumur Hidup

Seorang Penyelundup Shabu dan Ektasi dari Malaysia Divonis Mati, 7 Terdakwa Dihukum Seumur Hidup

Shabu dan ektasi yang diamankan petugas. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Serang) – Muhammad Adam alias Adam, 44, satu di antara delapan terdakwa penyelundup shabu seberat 54 kg dan 40.894 butir ekstasi dari Malaysia, divonis mati majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Banten Senin (30/1) malam.

Sementara 7 rekannya, divonis penjara seumur hidup. Putusan ini sudah sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cilegon.

Sidang dipimpin hakim Sumantono bersama dua hakim anggota Muhammad Ramdes dan Yusriansyah. Pada persidangan ini, delapan terdakwa diadili secara bergantian.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Adam alias Adam dengan pidana mati. Menyatakan barang bukti dari huruf a sampai dengan huruf k dirampas untuk dimusnahkan,” kata Sumantono dalam sidang dihadiri JPU Kejari Cilegon Wandy Batubara dan Endo Prabowo.

Menurut majelis, perbuatan terdakwa Adam bersama tujuh terdakwa lain, yakni Ridwan alias Wawan, Hasrianto alias Papi, Syahrir alias Ucok, Hasdavid alias David, Romi Rinaldi, Denny Satria, serta Ade Madya Hermawan alias Billa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) undang-undang yang sama.

“Menyatakan terdakwa Muhammad Adam alias Adam terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang tanpa hak dan melawan hukum menawarkan untuk menjual, membeli, menerima, menjadi perantara jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan satu, percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika,” tegasnya.

Terdakwa Adam didampingi pengacaranya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Banten. Sikap yang diambil terdakwa Adam sama dengan sikap yang diambil Ucok, Hasdavid alias David dan Romi Rinaldi. Sedangkan empat terdakwa lainnya menyatakan pikir-pikir.

Sementara JPU Kejari Cilegon menyatakan pikir-pikir untuk semua putusan majelis hakim meskipun sudah sesuai dengan tuntutan. “Kami pikir-pikir,” kata JPU Wandy Batubara.

Untuk diketahui, 8 terdakwa penyelundupan 54 kilogram shabu dan 4.894 pil ekstasi adalah pengedar narkotika jaringan Malaysia. Kedelapan terdakwa ini ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Mei 2016 lalu di sejumlah lokasi. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru