Saturday, December 14, 2019
Home > Berita > Senjata untuk Pemberontak Suriah Dicuri dan Dijual di Pasar Gelap Jordania

Senjata untuk Pemberontak Suriah Dicuri dan Dijual di Pasar Gelap Jordania

Pembeerontak/pejuang Suriah yang melawan pemerintah Suriah. (Al Jazeera)

Pembeerontak/pejuang Suriah yang melawan pemerintah Suriah. (Al Jazeera)

MIMBAR-RAKYAT (Amman, Jordania) – Senjata yang dikirim ke Jordania oleh Central Intelligence Agency (CIA) dan Arab Saudi yang akan disalurkan untuk kepentingan pemberontak Suriah telah secara sistematis diduga dicuri oknum intelijen Jordania dan dijual ke pedagang senjata di pasar gelap.

Al Jazeera, dalam laporan khususnya, Senin (27/6), menyebutkan, menurut pejabat Amerika dan Jordania, pencurian telah berlangsung lama. Sejumlah senjata yang dicuri telah digunakan dalam penembakan November tahun lalu yang menewaskan dua warga Amerika dan tiga orang lainnya di lokasi pelatihan polisi di Amman.

Pencurian terakhir terjadi beberapa bulan yang lalu setelah adanya keluhan dari pemerintah Saudi dan AS. Dugaan pencurian mencuat setelah adanya penyelidikan bersama yang dilakukan oleh Al Jazeera dan The New York Times.

Menurut sumber pejabat Jordania, para oknum petugas Jordania yang kebagian rezeki nomplok hasil penjualan senjata curian, menggunakan uang “haram” tersebut untuk membeli SUV mahal, iPhone dan barang-barang mewah lainnya.

Pencurian dan penjualan kembali senjata curian, termasuk senapan serbu Kalashnikov, mortir dan granat roket, telah menyebabkan pasar gelap penjualan senjata kebanjiran senjata baru. Hanya sejumlah kecil yang sampai ke pihak pejuang Suriah yang melawan pemerintah sah tersebut.

Keberadaan senjata di pasar gelap juga dimanfaatkan sejumlah pihak, termasuk jaringan kriminal. Kapal penyelundup juga membeli senjata di tempat sama.

Namun dugaan keterlibatan intelijen Jordania dalam pencurian senjata dibantah
Mohammad H al-Momani, seorang Menteri Yordania untuk urusan media. Menurut dia, tuduhan bahwa petugas intelijen Jordania telah terlibat dalam pencurian senjata tidak benar.

“Senjata lembaga keamanan kami konkret dilacak, dengan disiplin tinggi,” katanya.
Dia menyebut intelijen Jordania yang dikenal sebagai Intelijen Direktorat Jenderal atau GID sangat professional.

Sementara perwakilan dari CIA dan FBI menolak berkomentar. Departemen Luar Negeri AS juga tidak menanggapinya. Namun seorang juru bicaranya mengatakan, hubungan AS dan Jordania tetap solid.(Janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru