Friday, October 18, 2019
Home > Berita > Sejumlah Negara Putuskan Hubungan Diplomatik, Ekonomi Qatar Terancam Terpuruk

Sejumlah Negara Putuskan Hubungan Diplomatik, Ekonomi Qatar Terancam Terpuruk

Ilustrasi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Qatar) – Sejumlah negara, Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab, Libya, Yaman, dan Maladewa telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Langkah ini mengancam perekonomian Qatar secara luas, bakal terpuruk.

Berpenduduk sekitar 2,7 juta jiwa, negara kecil di pesisir timur laut Semenanjung Arab ini berusaha terlibat dalam berbagai aktivitas yang memerlukan sumber daya di luar kemampuannya.

Khalayak tahu nama Qatar antara lain dari maskapai penerbangannya (Qatar Airways), stasiun berita internasionalnya (Al Jazeera) dan lewat olahraga (yaitu terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dan pernah menjadi sponsor dari klub yang mungkin digolongkan sebagai klub sepak bola paling terkenal di dunia, Barcelona), serta pernah tuan rumah Asian Games.

Dan dengan kaki langit yang berbeda di ibukota negara itu, Doha, Qatar berhasil menarik perusahaan-perusahaan multinasional untuk membuka kantor di sana. Dengan demikian, perkembangan terbaru ini membuat banyak hal dipertaruhkan.

Maskapai penerbangan yang berbasis di Abu Dhabi, Etihad Airways dan maskapai yang berbasis di Dubai, Emirates, membekukan semua penerbangan dari dan ke Doha, mulai Selasa (6/6) pagi. Selama ini kedua maskapai penerbangan mengoperasikan empat penerbangan pergi-pulang ke Doha.

Maskapai penerbangan berbiaya murah FlyDubai dan Air Arabia juga membatalkan penerbangan rute ke Doha, bersama maskapai lain, termasuk maskapai penerbangan Bahrain, Gulf Air dan Egyptair diperkirakan akan menempuh langkah yang sama.

Perkembangan ini terjadi setelah Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir mengatakan akan menghentikan penerbangan dari dan ke Qatar, dan menutup wilayah udara bagi maskapai penerbangan Qatar, Qatar Airways.

Dan maskapai penerbangan nasional Qatar lah yang menjadi pihak yang paling dirugikan. Penerbangannya ke kota-kota seperti Dubai, Abu Dhabi, Riyadh dan Kairo akan berhenti. Artinya, puluhan penerbangan tak beroperasi setiap hari. Qatar Airways sudah mengumumkan pembatalan penerbangan ke Arab Saudi.

“Semua konsumen yang sudah memesan tiket untuk penerbangan yang terdampak ke dan dari Arab Saudi akan diberi pilihan alternatif, termasuk pengembalian uang tiket penuh untuk tiket yang tak digunakan dan pemesanan kembali ke destinasi alternatif terdekat yang dilayani Qatar Airways tanpa tambahan biaya,” demikian pernyataan Qatar Airways.

Namun dilarang melintasi wilayah udara yang luas di kawasan itu juga akan menimbulkan persoalan besar lain, dengan memaksa Qatar Airways mengubah jalur penerbangan sehingga mau tak mau menambah durasi sebagian penerbangan.

Selain menambah bahan bakar, penambahan jam terbang juga dapat membuat penumpang merasa sebal. Pertumbuhan Qatar Airways terjadi dengan menempatkannya sebagai pusat maskapai penerbangan, menghubungkan Asia dengan Eropa lewat Doha.

Secara alamiah, negara-negara padang pasir kesulitan untuk menanam tanaman pangan. Dan kelangkaan pangan merupakan masalah khusus bagi Qatar sebab jalan satu-satunya masuk lewat darat adalah perbatasan tunggal dengan Saudi.

Setiap hari ratusan lori melintasi perbatasan, dan pangan adalah satu satu pasok utama. Sekitar 40% pasok pangan Qatar diyakini masuk lewat rute ini.

Arab Saudi menyatakan akan menutup perbatasan tersebut dan ketika lori berhenti beroperasi, maka Qatar akan tergantung pada pengiriman udara dan laut.

“Hal itu akan serta merta mendongkrak inflasi dan yang akan berdampak langsung pada warga biasa Qatar,” kata Ghanem Nuseibeh, direktur perusahaan konsultan Cornerstone Global kepada BBC.

Dia juga menggarisbawahi bahwa banyak warga yang miskin berbelanja bahan makanan ke Arab Saudi setiap hari atau setiap minggu karena harganya lebih murah. Jelas penutupan perbatasan tidak akan memungkinkan hal itu.

Pelabuhan baru, zona layanan kesehatan, proyek metro dan delapan stadion untuk Piala Dunia 2022 adalah sebagian dari proyek konstruksi besar yang sedang digarap Qatar sekarang ini.

Bahan-bahan penting, termasuk beton dan baja dikirim dengan kapal tetapi juga diangkut lewat darat dari negara tetangga, Arab Saudi.

Penutupan perbatasan, sama dengan makanan – mendorong harga naik dan menyebabkan penundaan.

Kekurangan bahan bangunan sudah menjadi ancaman bagi industri konstruksi di Qatar. Risiko ini semakin memperburuk kondisi di sana.

Langkah memutus hubungan berarti pula melarang warga negara dari Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab, Libia dan Yaman bepergian ke Qatar, tinggal di sana atau sekedar lewat, kata pemerintah Arab Saudi. Mereka yang terdampak mempunyai waktu 14 hari untuk meninggalkan Qatar.

Sementara itu warga negara Qatar juga mempunyai rentang waktu yang sama untuk keluar dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Yang lebih signifikan adalah jika Mesir mengeluarkan larangan yang sama. Berdasarkan laporan terbaru, sekitar 180.000 warga Mesir tinggal di Qatar, banyak di antara mereka terjun di bidang teknik kesehatan, hukum dan konstruksi.

Jika tenaga kerja tersebut harus pergi maka akan timbul masalah baik bagi perusahaan lokal maupun internasional yang beroperasi di Qatar.

Kegugupan terkait situasi yang tak pernah terjadi sebelumnya ini menyebabkan indeks saham utama Qatar turun lebih dari 7% pada Senin (5/6) di tengah kekhawatiran akan iklim investasi.

Banyak perusahaan negara-negara Teluk membuka cabang di Qatar, termasuk di sektor retail. Toko-toko tersebut kemungkinan akan ditutup, setidaknya untuk sementara. Demikian pendapat Ghanem Nuseibeh, direktur perusahaan konsultan Cornerstone Global.

Sejatinya, kita sudah menyaksikan kesepakatan bisnis dibatalkan, tim sepak bola besar Arab Saudi, Al-Ahli, sudah membatalkan perjanjian sponsor denfgan Qatar Airways. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru