Saturday, April 20, 2019
Home > Berita > Sebelum Lengser, Gubernur Djarot Resmikan Jembatan Budaya Nusantara di Kota Tua Saat Bulan Purnama

Sebelum Lengser, Gubernur Djarot Resmikan Jembatan Budaya Nusantara di Kota Tua Saat Bulan Purnama

Gubernur Djarot menebar benih ikan di Kali Besar sudah direvitalisasi dari Jembatan Budaya Nusantara.(ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Sebelum lengser, Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat meresmikan berbagai destinasi wisata di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (5/10 malam.

Destinasi wisata tersebut terkait dalam revitalisasi kawasan Kota Tua tahap pertama, meliputi Jembatan Budaya Nusantara, kawasan Kali Besar, Museum Sejarah dan Lokbin Taman Kota Intan di Jalan Cengkeh, Kelurahan Pinangsia, Tamansari.

Peresmian Jembatan Budaya dan revitalisasi Kali Besar ditandai dengan pemecahan kendi dan penebaran 5.000 benih ikan nila ke dalam kali.

Djarot mengatakan, Jembatan Budaya dibangun untuk mempersatukan warga yang berasal dari Sabang sampai Merauke. Letaknya berada di perbatasan antara Kecamatan Tambora dan Tamansari dan di bawahnya terdapat Kali Besar.

“Jembatan Budaya ini untuk budaya Indonesia. Beragam dan bersatu, dari Sabang sampai Merauke,” ucap Djarot.

Gubernur menyatakan, peresmian terasa sangat istimewa karena pada malam hari ini bulan purnama dan sinarnya langsung menyinari sampai sanubari. “Malam ini sangat istimewa, kita semua dapat merasakan aura Kota Tua dan langsung disinari bulan purnama,” kata Djarot.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mendeklarasikan wisata kuliner Kota Tua di Lokbin Taman Kota Intan. “Saya minta dengan adanya wisata malam kuliner Kota Tua, tidak ada lagi pedagang di jalanan dan parkir liar. Semua harus tertib, termasuk tertib buang sampah,” jelasnya.

Kepada pedagang, Djarot berpesan untuk bisa menjaga dagangannya, tetap enak, sehat dan bersih. “Jadi semua tergantung pada para pedagang sendiri. Mau usaha maju atau berkembang atau tidak tergantung pedagang,” jelasnya.

Lokbin Taman Kota Intan merupakan pusatnya kuliner dan souvenir. Di mana terdapat 456 kios yang terdiri 128 kioa kuliner dan sisanya non kuliner.

Namun sayangnya untul kuliner belum ada masakan khas Betawi, hanya jual makanan dan minan biasa. Sedangkan untuk non kuliner di antaranya souvenir. Para pedagang merupakan binaan yang selama ini berdagang di kawasan Kota Tua.

Sebagaimana diketahui, Djarot akan mengakhiri masa jabatannya pertengahan Oktober ini, digantikan pasangan Anies-Sandiaga. Bahkan Djarot sudah berkemas di rumah dinasnya.(joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru