Monday, September 16, 2019
Home > Berita > Sebanyak 18 kapal asing ditenggelamkan di Pulau Dato

Sebanyak 18 kapal asing ditenggelamkan di Pulau Dato

Kapal asing pencuri ikan ditenggelamkan di perairan Pontianak. (kompas)

MIMBAR-RAKYAT.com (Pontianak) – Hukum di sektor kemaritiman Indonesia semakin ditegakkan, terbukti ketika Lantamal XII Pontianak kembali menenggelamkan 18 Kapal Ikan Asing (KIA) di perairan Pulau Dato, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

“Ke-18 KIA yang ditenggelamkan tersebut, satu unit asal Malaysia, dan sebanyak 17 unit asal Vietnam. Kapal tersebut dilobangi sehingga tenggelam,” kata Danlantamal XII Pontianak, Laksma TNI Greg Agung WDM Tr (Han) di Pontianak, Senin.

Penenggelaman itu ditandai dengan penandatanganan berita acara penenggelaman KIA yang merupakan barang bukti ilegal fishing, oleh Lantamal XII Pontianak bersama instansi terkait di Mako Lantamal XII Pontianak.

“Indonesia sedang membangun sektor maritim. Maka kedaulatan juga diartikan sebagai kemandirian dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya kelautan dan perikanan dengan memperkuat kemampuan nasional,” katanya.

Greg mengatakan, penegakan hukum di laut tersebut, demi mewujudkan kedaulatan bangsa Indonesia, baik secara ekonomi dalam doktrin poros maritim dunia.

“Kedaulatan maritim tidak bisa diabaikan di mana salah satunya dengan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku ilegal fishing atau pencurian ikan yang dilakukan kapal ikan asing tersebut,” ujarnya.

Hal ini katanya lagi, di dalamnya terdapat penguatan hukum dan perjanjian maritim, delimitasi zona navigasi dan keselamatan maritim yang sangat penting dan harus segera diatasi.

“Praktik penangkapan ikan secara ilegal merupakan tindakan kriminal lintas negara (transnational) yang terorganisir dan itu sangat merugikan bangsa kita,” katanya seperti dilansir antaranews.

Dansatgas penenggelaman KIA, Asops Danlantamal XII Pontianak, Letkol Laut (P) Herianto T Angi yang memimpin penenggelaman KIA itu mengatakan, proses penenggelaman dilakukan tidak lagi dengan cara diledakkan melainkan dengan cara membocorkan kapal-kapal tersebut.

“Kali ini kami lakukan dengan cara pelubangan pada masing-masing kapal dan diberikan pasir sebagai pemberat. Kemudian kapal pastinya akan terisi air laut dan tenggelam dengan sendirinya,” kata Herianto.

“Dengan cara peledakan, dapat merusak ekosisten wilayah laut di sekitar kapal yang diledakkan,” katanya.  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru