Monday, October 21, 2019
Home > Berita > Sebagian Jalan Trans Sulawesi Putus Akibat Longsor

Sebagian Jalan Trans Sulawesi Putus Akibat Longsor

Longsor di Jalan Trans Sulawesi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Palu) – Jalan Trans Sulawesi pada poros jalan Nasional Toboli-Taweli, atau lebih dikenal jalur “Kebun Kopi”, putus total akibat badan jalan tertimbun material longsor menyusul hujan deras sepanjang hari Senin (3/6). Musibah ini menjadi kendala di musim mudik 2019.

Pejabat Pembuat Komitmen Peningkatan Jalan ruas Taweli-Toboli, Jullian Situmorang, membenarkan jalan tersebut putus akibat tanah longsor. Menurutnya titik longsor terletak sekitar dua kilometer dari arah Toboli, Kabupaten Parigi Moutong.

“Pihak kontraktor yang mengerjakan perbaikan dan pelebaran jalan di kawasan Kebun Kopi, kini sudah sedang melakukan pembersihan material longsor untuk membuka kembali akses jalan yang tertimbun itu,” ujar Jullian, Selasa (4/6).

“Di sana ada banyak alat berat milik perusahaan yang sewaktu-waktu dapat digunakan jika terjadi longsor.” Dia menambahkan jalan tertimbun sekitar Selasa dinihari pukul 03.00 WITA, tetapi sejak pukul 01.00 WITA, polisi sudah melarang kendaraan untuk melintas karena runtuhnya tanah dari atas gunung.

Namun, Jullian menjamin dalam satu-dua jam ke depan ini, pihak kontraktor sudah bisa menyelesaikan pembersihan material dari badan jalan sehingga arus kendaraan dari dan ke Kota Palu bisa kembali lancar.

Ruas jalan Taweli-Toboli selama ini merupakan jalur penghubung Trans Sulawesi dengan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng, sehingga sangat ramai dilewati kendaraan.

Sementara itu seorang warga Palu yang hendak melintas di jalur tersebut, Junaedi, menuturkan semua kendaraan, hingga kini masih tertahan di poros jalan tersebut.

Sementara itu, dia melanjutkan, kendaraan lainnya yang belum terjebak antrean dari arah Toboli menuju Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng terpaksa berbalik arah meneruskan perjalanan dengan melalui jalur alternatif lain yakni Kasimbar-Tambu.

Jalur alternatif Kasimbar-Tambu lebih jauh sehingga kendaraan lebih memilih untuk melalui poros jalan Taweli-Toboli yang jaraknya sekitar 47 kilometer tersebut karena hanya ditempuh dalam waktu dua jam. “Kalau melalui poros Kasimbar-Tambu sampai tiga jam perjalanan,” kata Junaedi. (A/C/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru