Tuesday, January 21, 2020
Home > Olahraga > Sean Semakin Agresif

Sean Semakin Agresif

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Sean Gelael semakin panas, semakin semakin maju, semakin memiliki rasa persaya diri tinggi dan semakin agresif dalam mengendalikan kendaraan Jagonya Ayam with Carlin Dallara-Volkswagen pada Kejuaraan FIA Formula 3 Eropa musim ini.

Kendati dua hari sebelumnya Sean diserang flu (Jumat) tapi pada Sabtu dan Minggu ia tampil trengginas, berada di urutan kesembilan pada Race 1 Sabtu dan menempati tangga ke-17 pada Race 2 dan di urutan keenam pada Race 3, Minggu.

Perolehan hasil terbaiknya itu terwujud di sirkuit jalan raya Norisring, Jerman, merupakan laga putaran keenam dari 11 putaran pada musim 2014. Di sirkuit ini pada 2013, Sean tidak finis pada Race 1 sedangkan pada dua race berikutnya di urutan ke-21 dan ke-15.

Ia mengawali sesi kualifikasi pertama di Norisring dengan berada di urutan ke-18 dengan catatan terbaik 48,797 detik, terpaut 00,715 detik dari pebalap tercepat Felix Rosenqvist dari Swedia yang mengukir waktu 48,082 detik.

Pada kualifikasi kedua pebalap dari Jakarta itu membuat jarak semakin dekat dengan lawannya yang tercepat, Max Verstappen dari Belanda yang menorehkan waktu 48, 118 detik di urutan pertama sedangkan Sean di tangga ke-12 (48, 753) terpaut 00, 542 detik.

Sean semakin mendekatkan jarak dengan lawan tercepat pada kualifikasi ketiga, dengan beda hanya 00,609 detik, ketika ia membukukan angka 48,779 detik untuk berada di urutan 12 dan Merstappen di puncak dengan waktu tercepat 48, 225 detik.

Beda kecepatan para pebalap begitu dekat dengan bilangan per sepuluh detik, namun pada race sebenarnya Verstappen dari Tim Van Amersfoort Racing melahap semua urutan pertama gelar juara. Max Verstappen, putra mantan pebalap F1, Jos Verstappen, memegang rekor sapu bersih enam race pada dua laga FIA F3 Eropa, setelah sebelumnya menang tiga kali di Spa-Belgia.

Perlombaan berlangsung amat seru pada ketiga race Sabtu dan Minggu, dengan rincian Race 1 lomba dilaksanakan sebanyak 37 putaran (lap), Race 2 sebanyak 32 lap dan Race 3 40 lap, di lintasan jalan raya sepanjang 2.300 meter itu.

Pada Race 1, Sean yang melejit di atas Jagonya Ayam with Carlin Dallara F312 – Volkswagen itu melahap 37 lap di lintasan terpendek musim ini, dengan catatan total 35 menit 28, 007 detik sedangkan Verstappen 35:15.791 , berarti beda waktu mereka terpaut 12, 216 detik.

Pada Race 3 ketika Sean pada ujung lomba menempatkan diri di urutan keenam, ia membuat waktu total 35:26.358 dengan kecepatan rata-rata 155,759 km per jam sedangkan Verstappen membuat waktu 35:02.795 dengan kecepatan rata-rata 157,506 km per jam.

Tapi pada Race 3 itu, Sean membuat angka kecepatan rata-rata paling unggul, saat melejit dengan kecepatan 48,904 detik pada lap ke-28 sedangkan Verstappen kecepatan rata-ratanya 48, 377 detik pada lap ke-29.

Pada lomba Race 3, Sean yang melejit dari posisi start ke-12, malah sempat berada di urutan keempat setelah dengan brilian melewati pebalap Amerika, Santino Ferrucci, tetapi harus turun dua anak tangga ketika kendaraannya sedikit bermasalah.

“Saya berusaha keras melewati Santino!” kata Sean usai lomba, “Saya amat yakin dan percaya diri dengan kendaraan yang pengeremannya amat bagus. Tapi masalah terjadi pada kendaraan, karena sebelumnya hujan turun dan kami tidak menyangka begitu cepat kering.”

“Ini membuat mobil saya sedikit lamban dan saya beberapa kali kepayahan menguasainya. Karena itu, di satu tikungan, saya nyaris menabrak batas pengaman, tetapi saya bangkit lagi. Saya amat gembira masuk dalam urutan enam besar untuk pertama kalinya pada lomba FIA F3 Eropa. Ini merupakan hari menakjubkan bagi kami,” katanya.

Putra mantan pereli nasional Ricardo Gelael itu pun sempat berada di urutan kesembilan pada Race 2. Ia melewati pebalap tuan rumah yang juga anak didik tim Ferrari Formula 1, Antonio Fuoco, serta pebalap Kanada Nicholas Latifi, tapi kemudian kehilangan posisi ketika ia melakukan kesalahan. Ia berusaha menahan lawan di belakangnya hingga terjadi kontak dan Sean dinyatakan bersalah dan mendapat penalti.

“Masalah kami adalah pada sesi kualifikasi, karena posisi awal lomba akan menentukan jalannya lomba sesungguhnya,” kata Sean, yang tahun ini mulai kuliah di Inggris.

Pada sesi kualifikasi kedua ternyata lebih baik, ketika Sean berada di urutan 12 untuk Race 2 dan Race 3. Pebalap jangkung itu berusaha lebih baik tapi hujan turun sehingga semua pebalap tidak dapat memperbaiki kecepatan mereka.

Pada perlombaan sebelumnya di Pau (Prancis) dan di Hungaroring (Hungaria), pebalap belia berusia 17 tahun itu menempatkan diri di urutan ke-10, sehingga Sean sudah finis empat kali dalam urutan 10 besar dalam empat putaran kejuaraan.

Hingga laga di Norisring, Sean sudah mengumpulkan nilai 12 poin dan berada di urutan ke-18 dari 25 pebalap yang sudah mendapatkan poin pada kejuaraan menegangkan sebagai anak tangga menuju kancah lomba Formula Satu itu.

Mengomentari hasil yang didulang Sean, ayahandanya Ricaro Gelael mengatakan, secara keseluruhan Sean mengalami banyak kemajuan dari sisi teknis mau pun dalam hal memberkan masukan kepada enjiner.

“Ini membuat kendaraan lebih baik dan kepercayaan dirinya semakin tinggi,” kata Ricardo.

Mantan pereli nasional ini berharap, hasil lomba tim Jagonya Ayam with Carlin akan semakin baik pada lomba berikutnya. “Rekan setim Sean juga amat membantu sehingga semoga pebalap tim ini dapat masuk urutan tiga besar,” kata Ricardo.

Hasil lomba di Norisring itu merupakan catatan perjalanan karir yang hebat bagi Sean dan mereka bersiap untuk lomba lagi dua minggu mendatang di Moscow Raceway di Rusia.

Dengan penuh semangat dan gairah, Sean mengatakan, “Saya sudah tidak sabar untuk berlomba di Moskow Raceway medio Juli mendatang,” kata Sean.

Sean memang seperti mesin, kini sudah semakin agresif dan bertambah panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru