Sunday, September 22, 2019
Home > Olahraga > Sean Kecewa dan Sedih Tapi Termotivasi di Spa

Sean Kecewa dan Sedih Tapi Termotivasi di Spa

SeanGelael GP2 series (seangp.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Francorchamps, Belgia) – Sean Gelael kecewa bercampur sedih tapi tetap tertantang setelah menyelesaikan laga untuk kedua kalinya Kejuaraan GP2 di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia, pada akhir pekan, dimana Sean sempat memperlihatkan kecepatan sangat baik pada race pertama tetapi mendapatkan hasil kurang baik di race selanjutnya.  

“Saya kecewa bercampur sedih. Tapi saya merasa lebih termotivasi,” kata Sean Gelael seusai berlomba, lewat surat elektronik kepada media, Senin.

Pebalap dari Jakarta yang baru berusia 18 tahun itu menikmati pertarungan serunya di awal balapan yang mendukung laga F1 Belgian Grand Prix,  bersama pebalap Red Bull Junior Pierre Gasly, Nathanael Berthon, Nick Yelloly dan Richie Stanaway, yang semua adalah pebalap yang sudah memiliki hasil yang baik di GP2, saat kemudian terjadi kecelakaan besar tepat di depannya, dimana pebalap Belanda Daniel de Jong menabrak dinding pembatas dari ban dengan kecepatan tinggi.

Kemudian safety car memasuki lintasan perlombaan, dan para pebalap termasuk Berthon dan Gustav Malja, yang sebelumnya berada di belakang Sean, mengambil kesempatan untuk melakukan pit stop wajib dan mengganti ban bertipe soft dengan hard rubber.

Sayangnya, Sean dan beberapa pebalap lainnya sudah mengambil keputusan untuk memulai balapan dengan ban Pirelli bertipe keras, dan terlalu cepat bagi mereka untuk menggantinya ke tipe lunak karena ban tersebut tidak akan bertahan sampai dengan akhir balapan.

Ketika menjadi jelas bahwa diperlukan waktu yang cukup lama untuk mebersihkan sisa-sisa kecelakaan De Jong, balapan pun dihentikan. Pada saat dimulai kembali, Sean dengan mobil Jagonya Ayam with Carlin sudah tidak memiliki kesempatan untuk meraih hasil baik, tetapi Sean tetap memperlihatkan kecepatan bagus.

Setelah berganti dengan ban bertipe lunak, Sean mencatatkan waktu tercepat ke delapan dalam satu putaran, dimana catatan waktu tersebut lebih baik dari catatan waktu tercepat pemenang perlombaan, Stoffel Vandoorne.

Sean menjadi frustrasi setelah pebalap saingannya di awal lomba, Berthon finish di posisi ketujuh, sementara Malja di posisi sepuluh, keduanya mendapatkan poin dan memperlihatkan bahwa mungkin saja Sean akan mendapatkan hasil yang sama apabila melakukan strategi yang berbeda dengan yang dilakukannya.

Hasil mengecewakan terus berlanjut saat Sean harus memulai perlombaan di hari Minggu dari posisi barisan belakang, dan kedua mobil Carlin, mobil Sean dan rekan satu timnya Julian Leal, mengalami kesulitan untuk mendapatkan kecepatan yang baik saat berlomba, yang mengarah pada rasa frustasi saat menyelesaikan lomba akhir pekan kemarin.

“Saya kecewa bercampur sedih” kata Sean.

“Padahal saya melakukan start baik dan langsung bertarung memperebutkan posisi enam belas. Pertarungan yang sangat baik, dan walaupun mereka berhasil melewati saya, saya tetap punya kesempatan untuk melewati mereka kembali, dan saat itu semua berjalan dengan baik. Tetapi pada akhirnya saya tidak bisa mendapatkan hasil baik karena tidak beruntung dengan adanya safety car, bendera merah dan strategi kami,” urai Sean.

“Dalam lomba hari Minggu, kembali saya melakukan start dengan baik dan kembali bertarung memperebutkan posisi kelima belas dan enam belas, tetapi tidak mendapatkan kecepatan yang diharapkan, saya semakin pelan dan semakin pelan. Kami mencoba sesuatu pada mobil, tetapi saya kehilangan grip sehingga semakin tertinggal, tertinggal dan berakhir entah dimana.”

“Saya termotivasi dengan kecepatan pada lomba di hari Sabtu, tetapi di hari Minggu terlihat bahwa kita harus melakukan sesuatu, dan itu semua menjadi sulit karena GP2 adalah hal baru bagi saya, sehingga saya tidak tahu apakah ini terjadi karena kesalahan saya. Sedangkan apabila mobil dalam keadaan baik maka saya tahu bahwa hal terpenting bagi saya adalah untuk menjadi semakin baik dan fokus dalam mengemudikan mobil. Rekan satu tim saya juga menghadapi banyak kesulitan, ini semua kita jadikan sebagai suatu pengalaman dan melihat ke depan untuk menghadapi lomba berikutnya,” kata Sean.

Sean tidak akan mengikuti seri GP2 selanjutnya di Monza karena jadwalnya bersamaan dengan seri Formula Renaul 3.5 di Silverstone, Inggris, dimana Sean akan kembali bergabung bersama tim Jagonya Ayam with Carlin pada tanggal 4-6 September dalam upaya untuk mendapatkan tambahan poin.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru