Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Sean Gelael Terus Berupaya Keras Tembus 10 Besar

Sean Gelael Terus Berupaya Keras Tembus 10 Besar

Sean Gelael urutan kelima kejuaraan FIA Formula 2 di Monza, Italia, Sabtu waktu setempat (Minggu dinihari wib). (mimbar-rakyat.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Baku City) – Meski belum meraih poin, pebalap Indonesia Sean Gelael tak merasa frustrasi dan tetap bertekad untuk menembus posisi sepuluh besar pada balapan Formula 2 seri berikutnya.

Pebalap tim Pertamina Arden yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia ini terus mengevalusi diri dan berusaha keras mendapatkan balapan yang ideal.

Pada balapan di Baku City, Azerbaijan, yang berlangsung akhir pekan, Sean sebenarnya punya peluang masuk sepuluh besar dan meraih poin pertamanya musim ini, namun pada balapa Feature Race, Sean yang sudah berada di posisi sepuluh mobilnya mengalami insiden.

Sean juga terkena penalti 10 detik karena dinilai melanggar kecepatan saat ada bendera kuning. Pada balapan Sprint, Sean yang start dari posisi 14 berhasil menyodok ke urutan sepuluh besar. Namun, di akhir balapan, pebalap berusia 20 tahun ini harus puas berada di posisi ke-11.

Akan tetapi, karena pebalap MP Motorpsort, Jordan King didiskualifikasi, posisi Sean naik ke urutan 10. Meski demikian, Sean belum mendapatkan poin karena pada balapan sprint, poin hanya diberikan kepada delapan pebalap terdepan.

Bagi Sean – seperti diuraikan Manajer Media Sean Gelael, Aswin Rizal Harahap – balapan musim ini memang tidak mudah.

“Dia masih menyesuaikan diri dan berupaya keras mendapatkan sinergi yang pas dengan Tim Arden, yang pada musim 2016 merupakan tim juru kunci di balapan yang sebelumnya bernama GP2. Selain setingan mobil yang masih belum ideal, kesalahan strategi masih terjadi, seperti pada balapan di Bahrain dan Monaco,” ujar Aswin.

Tidak cuma Sean, rekan setimnya, Norman Nato juga mengalami hal sama.

Setelah tampil sebagai runner-up di Bahrain, Nato baru bisa mendapatkan poin dan podiumnya lagi di sirkuit Baku City, Azerbaijan. “Setelah menyelesaikan balapan, kita berupaya mengevaluasi dan memperbaiki. Itu yang terus kita lakukan,” kata Sean.

Di awal musim Sean dan Nato sempat bekerja sama dengan Gaetan Jego sebagai head engineer. Namun, setelah dievaluasi, jelang balapan di Baku City, posisi Gaetan Jego akhirnya digantikan oleh Manuel Aboy. Meski baru berkolaborasi, perkembangan performa mobil sudah cukup terlihat hasilnya.

Tim Pertamina Arden masih berupaya keras mengevaluasi kinerja mereka. Sejauh ini performa mobil terlihat cukup baik saat sesi latihan dan babak kualifikasi, namun kurang kompetitif selama balapan.

Dari empat seri atau delapan balapan, misalnya, Nato bisa tampil maksimal pada balapan feature di Bahrain, feature dan Sprint di Azerbaijan. Di Barcelona dan Monaco, performa mobil kurang kompetitif.

“Kami memang tampil bagus di Baku. Namun, ini belum cukup. Kami masih harus mengevaluasi data supaya kami bisa lebih kompetitif dan konsisten. Tentu kami berupaya untuk tampil lebih kuat pada balapan selanjutnya di Austria. Kami akan bekerja keras mencari tahu kenapa kami bagus di Bahrain dan Baku City. Kami harus mempertahankan momentum ini,” kata Nato.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru