Tuesday, November 19, 2019
Home > Berita > Sean Gelael mengayun langkah ke ajang F1   Oleh A.R. Loebis

Sean Gelael mengayun langkah ke ajang F1   Oleh A.R. Loebis

Sean Gelael siap tampil di seri akhir F2 2018 di Abu Dhabi. (mimbar-rakyat.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) –  Atlet dari cabang apa pun, akan melalui perjalanan cukup panjang untuk sampai pada ujung kompetisi dunia yang diidamkannya, termasuk Sean Gelael yang kini berusia 20 tahun dan mengawali permainannya di dunia otomotif sejak berusia delapan tahun.

Berbagai laga sejak tangga pertama lomba otomotif sudah dilalui pebalap kelahiran Jakarta 1 November 1996 itu, mulai dari dua musim di karting Eropa hingga beberapa jenis laga formula, di antaranya Kejuaraan Formula Abarth, Formula Pilota China, Master F3, FIA Eropa F3,   Formula Pilota, Formula 3.5 Series hingga Formula 2 Series.

Kini ia berlaga di kancah F2 untuk tahun kedua dan dengan mengejutkan sudah “dilamar” tim F1 – ketika secara mengejutkan terpilih sebagai pebalap  penguji tim Scuderia Toro Rosso – yang diumumkan Maret 2017 dan beritanya menjadi top news di media otomotif internasional ketika itu.

Ia melakukan tugas sebagai “test driver” di mobil Toro Rosso STR12 di sirkuit Bahrain (16 April 2017), Hongaria (30 Juli 2017) dan Abu Dhabi (26 November).

Belum habis kejutan itu, muncul lagi kejutan baru di penghujung Agustus 2017,  karena pebalap muda nasional putra Ricardo Gelael itu diberitakan turun pada sesi latihan bebas pertama Formula 1 (Free Practice 1/FP1) masih bersama tim Scuderia Toro Rosso.

Pada berbagai laman otomotif internasional, disebutkan Sean akan turun pada FP1 Grand Prix Singapura (15-17 September 2017), GP Malaysia (29 September-1 Oktober 2017), GP AS (20-22 Oktober), dan GP Meksiko (27-29 Oktober).

Sedangkan pada 11 putaran balapan F2 yang resmi diikuti pebalap tim Pertamina Arden ini pada 2017, masih menyisakan dua balapan, di Jerez, Spanyol pada 24-26 November dan di Yas Marina, Uni Emirat  Arab (UEA) pada 6-8 Oktober 2017.

Proses menimba pengalaman di kawah Candradimuka bagi Sean luar biasa di penghujung 2017 ini: Sebagai test driver, sebagai pebalap FP1 F1 sekaligus sebagai pebalap yang sedang berlaga resmi di F2.

“Rasanya seperti mimpi. Tentu ini akan menambah motivasi saya. Ini tantangan besar bagi saya. Karena itu, saya juga harus bisa tampil bagus dan konsisten pada balapan F2.  Tahun ini merupakan kesempatan besar dalam karir balap saya,” kata Sean.

Sean yang diberi kesempatan menjajal STR12 di Sirkuit Sakhir Bahrain, Budapest dan Yas Marina itu saja sudah merupakan catatan sejarah, karena ia menjadi pebalap pertama di luar akademi Toro Rosso dan Red Bull yang mendapat kesempatan menjadi pebalap penguji.

Ketika itu ia menguji STR12 hampir bersamaan dengan pebalap Mercedes Lewis Hamilton dan  pemain dari tim Ferrari diwakili Antonio Giovinazzi, yang juga pebalap binaan tim Jagonya Ayam.  Pebalap lain yang menguji mobil di lintasan di antaranya Daniel Ricciardo (Red Bull), Sergio Perez (Force India) dan Lance Stroll  (Williams).

Dukungan berbagai pihak

Pemilik tim Arden, Garry Horner memberi dukungan moral kepada Sean.  Garry adalah ayah kandung bos tim F1 Red Bull, Christian Horner. Menurut Garry, dipilihnya Sean sebagai pebalap penguji di tim Toro Rosso merupakan kepercayaan besar.

Sean dinilai memiliki intelejensi tinggi dan ia dapat mengenal karakter mobil dengan baik dan banyak memberikan input yang benar kepada engineering dan tim mekanik.

“Ini modal penting untuk membangun sebuah tim balap dan Sean dinilai cukup membantu. Secara tidak langsung sebenarnya ini sekaligus membuktikan kalau Sean juga punya potensi balap yang besar,” kata Garry.

Nah, setelah dinyatakan tampil mengesankan ketika tampil sebagai “test driver”,  kini penampilan pertama Sean pada FP1 di Singapura 15-17 September 2017 menjadi momen dinantikan dan mendebarkan.

Sean akan muncul di atas mobil Carlos Sainz Jr, didukung seluruh krunya untuk menjalani sesi latihan bebas pertama (free practice 1/FP1) Formula 1 itu.

“Tidak hanya kendaraannya tapi semua kru Carlos Sainz akan menangani penampilan Sean selama turun di FP1,” Ricardo Gelael,  ayah Sean.

Sean Gelael berada pada trek yang benar dalam usahanya berlaga di ajang lomba Formula Satu (F1).  Ia menaiki anak tangga selangkah demi selangkah.  Ia pun berada dalam pembinaan tim yang benar.

Toro Rosso merupakan tim yunior  Red Bull, dalam sejarah F1, tim ini melahirkan beberapa pebalap hebat.  Juara dunia empat kali, Sebastian Vettel, kariernya juga diawali di tim ini sebelum naik kelas ke Red Bull. Demikian juga dengan pebalap muda Max Verstappen yang menjadi rising star musim 2016.

Toro Rosso mulai mengikuti balapan F1 pada 2006. Asal muasalnya tim ini bernama Minardi, didirikan Giancarlo Minardi dan bermarkas di Faenza, Italia. Tim Minardi mengikuti balapan F1 dari tahun 1985 sampai 2005. Musim ini Toro Rosso, mengandalkan pebalap Carloz Sainz Jr dan Daniil Kvyat.

“Saya berusaha keras, semoga tahun depan saya sudah dapat melaju di kancah laga Formula 1,” kata Sean Gelael dengan nada pasti pada jumpa media di Jakarta dan hal senada pun diutarakan bos Scuderia Toro Rosso, Franz Tost.

“Saya yakin Sean Gelael dapat mengikuti kompetisi F1 tahun mendatang,” kata Tost ketika media menanyakan target mereka mengajak Sean sebagai pebalap penguji (test driver) pada 2017.

“Kami dari Toro Rosso sudah lama mengamatinya. Kami membandingkannya dengan pebalap F1 pada test drive dan penampilannya menakjubkan. Ia baru pertama naik mobil itu. Yang paling penting lagi, ia mampu berkomunikasi tentang kendaraan itu dengan tim teknis,” kata Tost,

“Saya merasa Sean pantas membalap di ajang F1 dengan syarat ia bekerja lebih keras,” kata Tost, sedangkan pemilik tim Arden, Garry Horner, memberi dukungan moral kepada Sean dengan mengatakan, dipilihnya Sean sebagai pebalap penguji di tim Toro Rosso merupakan kepercayaan besar.

Ricardo Gelael menambahkan,  Sean kira-kira sekitar satu hingga satu setengah jam turun di FP1.

“Tugas Sean mencoba kendaraan dan memberikan masukan untuk tim. Tim meminta Sean untuk bisa menyelesaikan FP1 karena baru pertama kali turun di Singapura,” kata Ricardo Gelael, juara reli mobil nasional 2006.

Tim Toro Rosso memberikan kepercayaan besar kepada Sean Gelael dan ini merupakan “cambuk” kepada Sean untuk mewujudkan impiannya yang sedang mengayun langkah ke kompetisi otomotif paling akbar di dunia: F1.

Semangat Sean Gelael !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru