Thursday, November 21, 2019
Home > Berita > Sean Gelael dan Evans di Sirkuit Lawan Arah Jarum Jam Kota Baku

Sean Gelael dan Evans di Sirkuit Lawan Arah Jarum Jam Kota Baku

Sean Gelael dan Mitch evans disambut perwakilan KBRI Baku di Azerebaijan. (seangp)

MIMBAR-RAKYAT.com (Baku City) – Sirkuit Kota Baku di Azerbaijan bukan saja untuk pertama kali digunakan untuk balapan GP2 dan F1, tapi juga amat unik karena para pebalap akan berlaga berlawanan dengan arah jarum jam.

Makanya tidak heran bila pebalap muda Indonesia Muhammad Sean Gelael dan rekannya di tim Pertamina Campos Racing yang didukung penuh Jagonya Ayam KFC Indonesia, Mitch Evans, sangat antusias menghadapi balapan seri ketiga GP2 itu.

Sirkuit rancangan arsitek asal Jerman, Hermann Tilke, ini memiliki panjang 6,006 kilometer dengan 20 tikungan.

Lintasan sirkuit melewati wilayah kota tua yang eksotis dengan bangunan bersejarah seperti alun-alun Azadlig, gedung parlemen, dan menara Maiden sementara sisi lainnya menampilkan panorama pesisir pantai Laut Kaspia.

Tantangan sirkuit ini adalah tanjakan curam di dekat balai kota tua dan trek lurus sepanjang 2,2 kilometer yang memungkinkan pebalap untuk menggeber mobil dengan kecepatan sampai 340 kilometer per jam.

Sirkuit Baku bisa dibilang sebagai sirkuit tercepat dengan rata-rata kecepatan 211 km/jam. Dua sirkuit jalan raya lainnya, yakni Marina Bay (Singapura) hanya 177,303 km/jam, sedangkan Monako hanya 163,521 km/jam.

Yang membuat balapan di Baku lebih menarik, ya itu tadi, yakni arah balapan berlawanan dengan arah jarum jam. Lintasan ini memiliki lebar 13 meter, tetapi di antara tikungan tujuh dan delapan, lebar lintasan menyempit menjadi 7,6 meter. Di titik inilah tantangan tersulit bagi pebalap.

“Sirkuit baku tricky bagi semua pebalap karena biasanya lintasan baru yang belum pernah dipakai balapan masih licin. Itu yang patut diwaspadai,” kata Sean.

Namun demikian Sean sangat antusias karena sirkuit ini memiliki lintasan lurus yang sangat panjang yakni 2,2 kilometer. “Yang menarik ini baru bagi semua pebalap. Jadi, semua memulai dari nol,” ujar Sean.

Hal senada diungkapkan Evans. Dia optimistis bisa meraih poin lagi seperti di Monako. “Saya sangat suka tantangannya. Mudah-mudahan kami mendapat setingan mobil yang bagus,” ujarnya.

Pada uji simulator di markas tim Campos di Valencia, Sean dan Evans mencetak waktu pada kisaran satu menit 55 detik dan angka itu termasuk cukup menjanjikan.  (SP/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru