Saturday, October 21, 2017
Home > Berita >  Sean Gelael Berjuang dengan Masalah Mekanik dan Strategi

 Sean Gelael Berjuang dengan Masalah Mekanik dan Strategi

Sean Gelael tampil di F2 Jerez, Spanyol, Sabtu dan Minggu. (jagonya ayam)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jerez) – Pebalap Indonesia, Sean Gelalel, menyelesaikan dua balapan pada seri ke-10 Formula 2 musim 2017 di Sirkuit Jerez, Spanyol, akhir pekan lalu, dengan finis di urutan ke-16. Pada balapan kedua (sprint race) yang digelar Minggu (8/10), pebalap tim Pertamina Arden yang didukung Jagoya Ayam KFC Indonesia tersebut menerapkan strategi pit stop.

Pada sprint race, pebalap sebenarnya tidak diwajibkan melakukan pit stop untuk berganti ban. Hal ini berbeda dengan balapan pertama atau feature race, yang mewajibkan pebalap melakukan minimal satu kali pit stop. Pebalap bisa melakukan pit stop lebih dari sekali jika memang diperlukan.

Tanpa mandatory pit stop, jumlah lap saat sprint race sudah pasti lebih sedikit dibandingkan saat feature race. Di Sirkuit Jerez, jumlah lap saat sprint race adalah 28, sementara saat feature race para pebalap harus melakukan 39 putaran.

Sean dan beberapa pebalap lain, termasuk Charles Leclerc dan Antonio Fuoco dari tim Prema Racing, memilih memakai strategi pit stop saat sprint race di Sirkuit Jerez. Sean memakai ban soft bekas dipakai saat feature race untuk memulai balapan.

“Sean memakai strategi ini untuk menjaga degradasi ban. Dia memakai ban soft sisa balapan kemarin, lalu berganti ban medium baru saat pit stop. Kalau dari awal langsung memakai ban medium, tidak akan kuat untuk dipakai selama 29 lap. Jika dipaksakan, bisa-bisa hasilnya akan lebih parah. Banyak juga tim lain yang memakai strategi pit stop,” kata Manuel Aboy, engineer Sean di tim Pertamina Arden.

Rekan satu tim Sean, Norman Nato (Prancis), juga tidak bisa menyumbangkan poin untuk Pertamina Arden. Pada balapan pertama, dia finis di urutan ke-11. Sehari kemudian, dia finis di urutan ke-10. Di klasemen sementara, Nato saat ini berada di peringkat ke-9 dengan 91 poin, sementara Sean masih tertahan di posisi ke-15 dengan 17 poin.

“Pekan balapan penuh frustrasi. Kami mengalami masalah mekani di sesi kualifikasi. Sementara di balapan kami salah set up dan strategi,” kata Sean, seperti dilaporkan manajer Sean, Aswin Rizal Harahap, Senin.

Nato dan Sean masih punya kesempatan menambah poin saat turun pada seri ke-11 atau terakhir yang akan berlangsung di Yas Marina, Abu Dhabi, November 2017. Meski masih menyisakan satu seri, gelar juara umum F2 2017 sudah dipastikan jatuh ke tangan Leclerc dari Monaco.  (sp/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru