Tuesday, June 25, 2019
Home > Headline > Sean Alami Kecelakaan Spektakuler di Akhir Musim

Sean Alami Kecelakaan Spektakuler di Akhir Musim

Start laga GP2 Abu Dhabi, Minggu, yang ditandai dengan kecelakaan sehingga lomba dihentikan. (autosport.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Abu Dhabi) – Sean Gelael mengalami kecelakaan spektakuler pada putaran terakhir seri GP2 yang merupakan balapan pendukung laga F1 Abu Dhabi Grand Prix, ketika ia terjebak dalam kecelakaan beruntun, sehingga lomba dihentikan.

Pebalap Indonesia ini mendapatkan mesin baru setelah kesulitan untuk mendapatkan daya (power) saat menjalani balapan sebelumnya di Bahrain, dan juga saat menjalani sesi kualifikasi dan race pertama di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi.

Tetapi saat pebalap barisan depan Pierre Gasly melintir di tikungan kedua, memicu reaksi berantai dari para pebalap lain yang berusaha menghindar dari pebalap Perancis ini. Akhirnya, Sean tertabrak oleh Norman Nato, dan kemudian membuat Rene Binder, Daniel de Jong dan Sean menabrak pagar pembatas dengan keras.

Laga dihentikan akibat kecelakaan pada lap pertama GP2 Abu Dhabi, Minggu malam waktu setempat. (s.sports.net)
Laga dihentikan akibat kecelakaan pada lap pertama GP2 Abu Dhabi, Minggu malam waktu setempat. (msports.net)

Mobil Jagonya Ayam Sean yang didukung Carlin terhenti di pagar pembatas dengan moncongnya menghadap ke langit, lalu terdapat percikan api, tetapi beruntung Sean dapat keluar dari mobil tanpa cedera.

Sean Gelael terlibhat dalam kecelakaan di GP2 Abu Dhabi, Minggu malam waktu setempat. (msports.net)
Sean Gelael terlibhat dalam kecelakaan di GP2 Abu Dhabi, Minggu malam waktu setempat. (msports.net)

Akibat dari besarnya kerusakan yang terjadi, dan waktu yang diperlukan untuk melakukan perbaikan, perlombaan kemudian tidak dilanjutkan karena akan mengakibatkan keterlamabatan berlangsungnya laga F1 Abu Dhabi Grand Prix.

Kejadian ini sangat mengecewakan bagi Sean, yang sebenarnya sudah mulai dapat menunjukkan kemampuannya untuk bersaing setelah sebelumnya mengalami kesulitan pada mesin kendaraannya.

Di race pertama sehari sebelumnya, Sean mampu melakukan start dengan baik, saat berhasil melewati Gustav Malja dan Nathanael Berthon di lap pertama.

Tetapi setelah itu Sean kembali dilewati oleh kedua pebalap tersebut pada balapan yang berlangsung malam hari itu .

Sean berada di posisi 18 saat melakukan pit stop, tetapi sayangnya, saat menggunakan ban baru yang belum panas, ban tidak memiliki daya cengkram yang cukup saat keluar pit lane, saat melewati terowongan di bawah lintasan. Sean tidak dapat menghindar dan akhirnya menabarak tembok yang mengakibatkan dia harus keluar dari balapan.

“Ini adalah akhir musim yang sulit dan mengecewakan,” kata Sean.

“Sama seperti di Bahrain, saya berjuang keras saat menggunakan mesin yang tidak kompetitif dan menghambat saya dalam tiga balapan. Pada akhirnya saya berpikir bahwa saya akan mampu bertarung dengan mesin baru di race kedua, tetapi kemudian terjadi kecelakaan yang tidak terhindarkan. Sebenarnya kejadian tersebut cukup menakutkan, dan saya berhenti dengan melihat ke langit,” katanya.

“Tetapi saya banyak belajar tahun ini, dan menempatkannya untuk sesuatu yang baik pada musim 2016,” kata Sean. (arl)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru