Saturday, December 14, 2019
Home > Berita > Sean Akan Genjot FR 3.5 di Silverstone

Sean Akan Genjot FR 3.5 di Silverstone

Sean Gelael ketika menjalang start di Monaco (seangp.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (London) –  Sean Gelael yang baru mengikuti lomba GP2 di Spa Belgia minggu lalu, kini akan menggenjot mobil lain Jagonya Ayam with Carlin di  di Sirkuit Silverstone pada Kejuaraan Formula Renault 3.5, 4-6 September 2015. 

Pemuda berusia 18 tahun itu berharap dapat memperoleh hasil lebih baik setelah mengalami kecelakaan pada seri terakhir Formula Renault 3.5 sebelum liburan musim panas di Sirkuit Red Bull Ring, Austria,  ketika ia tertabrak oleh pesaingnya dalam kecepatan tinggi sehingga akhirnya Sean pun menabrak pagar pembatas.

Meskipun demikian, tim Jagonya Ayam with Carlin berhasil melakukan keajaiban untuk menempatkan Sean kembali di lintasan pada race kedua, dimana ia menunjukkan kecepatan yang dapat menyaingi pebalap-pebalap di depannya tetapi harus kembali terhenti karena masalah mekanis.

Sean mengisi waktu liburan di antara balapan di Formula Renault 3.5 dengan membalap pada dua seri pertamanya di Kejuaraan GP2, selain itu Sean juga menjadi mentor untuk tim Indonesia GT Academy di sirkuit Silverstone. Sekarang dia akan kembali melakukan perjalanan ke Silverstone, yang hanya berjarak 160 kilometer dari tempat tinggalnya di Inggris, di apartmennya di Bath.

Tidak seperti sirkuit-sirkuit lain yang masuk dalam kalender Formula Renault 3.5, Silverstone adalah salah satu sirkuit yang cukup dikenal oleh Sean. Sean berhasil meraih podium pertamanya di Eropa  pada Kejuaraan British Formula 3 tahun 2013 di sirkuit ini, selain itu Sean juga telah berlaga di Silverstone dua kali saat mengikuti Kejuaraan FIA Formula 3 Eropa.

Silverstone mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah balapan pertama  Kejuaraan Dunia Formula 1 pada tahun 1950, dimana saat itu Silverstone memiliki lintasan yang dibatasi oleh jerami dan drum oli. Walaupun telah menjalani berbagai modifikasi setelah itu, Silverstone tetap mempertahankan karakter sirkuit berkecepatan tinggi, dan merupakan salah satu sirkuit favorit bagi para pebalap.

Sean merupakan pendatang baru di Formula Renault 3.5, tetapi ia seharusnya tidak terlalu memiliki kerugian di Silverstone karena sirkuit ini tidak masuk dalam kalender balap Formula Renault 3.5 sejak tahun 2012, saat mendiang Jules Bianchi dan bekas test driver tim Mercedes Formula 1, Sam Bird, menjadi juaranya. Tidak ada satupun pebalap Formula Renault 3.5 saat ini yang pernah berlaga di Silverstone, walaupun sama seperti Sean, mereka semua memiliki pengalaman di Silverstone melalui balapan di kejuaraan yang berbeda.

Hasil baik atau penampilan yang apik sangatlah penting untuk Sean karena Silverstone merupakan awal dari akhir musim yang sangat sibuk, dimana akhir pekan setelah Silverstone, para pebalap akan  bertarung di Nurburgring, dua minggu berikutnya di Le Mans, dan terakhir di Jerez pada bulan Oktober.

“Sangatlah penting untuk mendapatkan ritme membalap saya di Silverstone secepat mungkin,” kata  Sean,” dengan menambahkan, “Terutama setelah baru-baru ini saya membalap di GP2.”

“Saya menyukai lintasan di Silverstone  yang juga memiliki tradisi panjang dalam balapan – ini adalah

Sean Gelael test

tempat dimana semua pebalap ingin melakukan yang terbaik, karena kami sangat menikmati balapan di sini. Saya mendapatkan poin pertama saya di Monaco pada bulan Mei dan saya merasa bahwa di akhir pekan ini saya memiliki kesempatan untuk mendapatkannya kembali. Saya sudah tidak sabar untuk melakukannya!,” ungkap sahabat Rio Haryanto asal Solo di ajang lomba GP2 itu.

Berikut ini beberapa informasi tentang pebalap Sean Gelael.

Muhammad Sean Gelael lahir di Jakarta pada 1 November 1996. Bakat membalap diwarisi dari sang ayah, Ricardo Gelael, yang menjadi pereli nasional pada tahun 1980-an. Di usia 11 tahun, Sean mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai navigator reli termuda. Setahun kemudian, Sean menjuarai reli nasional saat menjadi navigator pereli Inggris David Maslan dan pereli Australia Cody Crocker. Barulah pada tahun 2009 dan 2010, ia memenangi Kejuaraan Nasional Reli sebagai pebalap utama.

Petualangan Sean di ajang karting dimulai pada tahun 2010. Kala itu, ia langsung menjuarai Kejuaraan Gokar Asia sebagai pebalap termuda. Prestasi itu diulangi Sean setahun berselang dalam Kejuaraan Gokar Asia di Sirkuit Sentul. Pebalap yang juga piawai melantunkan lagu hip-hop itu lalu memutuskan untuk terjun ke ajang single seater Formula Pilota Asia setahun kemudian. Di musim perdananya, Sean menempati peringkat kedua pebalap Asia dan peringkat empat dalam klasemen akhir pebalap.

Sukses di tingkat Asia menjadi modal Sean untuk melangkah ke panggung balap formula di Eropa. Di Benua Biru, pebalap setinggi 1,88 meter itu mengikuti dua ajang sekaligus, yakni Formula 3 Eropa dan beberapa seri Formula 3 Inggris. Di ajang F3 Inggris, ia berhasil tiga kali naik podium, yang terdiri dari sekali sebagai runner up dan dua kali di peringkat ketiga. Ia pun tercatat sebagai pebalap termuda yang pernah naik podium F3 Inggris di usia 16 tahun 6 bulan 25 hari.

Tahun lalu, pada musim keduanya berkiprah di F3 Eropa bersama tim Jagonya Ayam with Carlin, Sean mengoleksi 25 poin dari hasil sembilan kali finis di posisi 10 besar. Di akhir musim, ia menempati peringkat ke-18 dari 28 pebalap. Tahun ini, Sean mengikuti Formula Renault 3.5 World Series, ajang yang berada setingkat di bawah Formula 1.

Di pertengahan musim, Sean memutuskan untuk mengikuti lima seri balapan GP2, yakni seri Hongaria, Belgia, Rusia, Bahrain, dan Abu Dhabi. Tujuannya ialah untuk belajar dan beradaptasi sebelum tampil penuh di ajang GP2 musim depan.

Tentang Tim Jagonya Ayam with Carlin:

Sean  Gelael dan Tom Dillman, rekan setim di Jagonya Ayam with Carlin (dok.seangp.com)
Sean Gelael dan Tom Dillman, rekan setim di Jagonya Ayam with Carlin (dok.seangp.com)

Tim Jagonya Ayam with Carlin dibentuk pada tahun 2014 oleh Ricardo Gelael. Sesuai namanya, tim ini disponsori oleh Kentucky Fried Chicken (KFC) Indonesia bekerja sama dengan Carlin Motorsport, sebuah tim balap terkemuka yang berbasis di Farnham, Inggris. Pada debutnya di ajang F3 Eropa, tim Jagonya Ayam with Carlin berhasil menempati peringkat kedua pada klasemen akhir tim dengan nilai 704 dari 11 seri.

Itu tidak lepas dari kontribusi tiga pebalapnya, yakni Sean Gelael, Tom Blomqvist (Inggris), dan Antonio Giovinazzi (Italia). Bolmqvist bahkan sukses menjadi runner up dengan koleksi 420 poin berkat enam kali menjadi juara dari total 15 kali naik podium. Giovinazzi mengakhiri musim di urutan keenam dengan raihan 238 angka dan Sean melengkapi sukses tim Jagonya Ayam dengan tambahan 25 poin.

Musim ini, tim Jagonya Ayam with Carlin berkiprah di ajang Formula Renault 3.5 World Series yang diperkuat Sean dan rekan barunya asal Perancis Tom Dillmann. Hingga seri kelima di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Juli lalu, tim Jagonya Ayam with Carlin telah mengoleksi 73 poin dan menempati peringkat keempat klasemen tim. Sean sendiri berada di peringkat ke-18 klasemen pebalap dengan koleksi empat poin berkat finis di posisi ke-8 pada seri kedua di Monako.

Tentang KFC Indonesia

KFC Indonesia merupakan perusahaan makanan cepat saji yang hak waralabanya dimiliki sepenuhnya oleh PT Fast Food Indonesia Tbk. Pada tahun 1979, Perseroan mendapatkan akuisisi waralaba dengan pembukaan gerai pertama pada bulan Oktober di Jalan Melawai, Jakarta. Dengan bergabungnya Salim Group pada tahun 1990 sebagai salah satu pemegang saham utama, semakin mendorong inisiatif ekspansi bisnis Perseroan. Hingga kini, Perseroan telah mengoperasikan lebih dari 500 gerai KFC yang tersebar di Tanah Air.

Dalam pengembangan usahanya, KFC Indonesia juga menunjukkan kepedulian terhadap pengembangan beberapa cabang olahraga, antara lain balap sepeda, sepak bola, dan otomotif. Di bidang otomotif inilah, kepedulian KFC Indonesia diterapkan dengan membantuk tim Jagonya Ayam with Carlin yang salah satunya diperkuat pebalap Indonesia Sean Gelael.

Dengan prestasi yang cukup gemilang sejauh ini, nama Jagonya Ayam dan KFC pun semakin dikenal di Eropa. Ini sejalan dengan misi KFC Indonesia yang bertekad memperkuat citra merek KFC dengan strategi dan ide yang inovatif. Salah satunya dengan komitmen pembentukan tim balap mobil yang berkiprah di ajang internasional. (ms/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru