Saturday, December 07, 2019
Home > Berita > Sang “Ratu Sampah” kini menyandang gelar sarjana

Sang “Ratu Sampah” kini menyandang gelar sarjana

Amilia Agustin, Si "Ratu Sampah", meraih predikat cum laude dengan indeks prestasi kumulatif 3,9 pada wisuda beberapa saat lalu di Universitas Udayana, Denp[asar. (astra)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Gemar ‘bermain’ dan menenggelamkan kakinya ke dalam lautan sampah yang menggunung, itulah kegiatan sehari-hari remaja perempuan asal Bandung ini delapan tahun lalu.

Masih berseragam putih-biru dan berwajah lugu, ketika itu usianya 14 tahun, tapi sudah dijuluki “Ratu Sampah”, dialah Amilia Agustin.

Kini, Amilia telah berubah menjadi wanita muda yang menyandang gelar sarjana ekonomi dari Universitas Udayana di Denpasar, Bali, sekaligus meraih predikat lulusan terbaik dengan indeks prestasi kumulatif 3,9 dan diwisuda beberapa saat lalu.

Ami yang periang  ini sejak kecil percaya bahwa sebuah negara dapat maju karena sistem pendidikannya yang baik.

“Pendidikan yang baik harapannya membentuk sumber daya manusia yang baik juga,” katanya.

Ketika ditanya mengenai cita-cita, Ami dengan mantap menjawab masih ingin menjadi presiden. Jawaban yang sama ketika ditanya pada sebuah talkshow populer di salah satu TV nasional enam tahun lalu.

Lalu apakah untuk mendapatkan predikat cum laude ini Ami hanya kuliah-pulang-kuliah-pulang dalam kesehariannya?

Ami masih melanjutkan kegiatannya membangun komunitas yang bergerak di bidang lingkungan bersama badan eksekutif mahasiswa tingkat universitas serta berbagai kegiatan positif lainnya yang langsung melibatkan masyarakat. Dia juga rajin membaca jurnal, menjadi asisten dosen di sejumlah mata kuliah.

Salah satu motivasi terbesar Ami untuk terus berkontribusi untuk lingkungan adalah ucapan ibunya. “Gunakanlah masa mudamu untuk melakukan hal yang tidak bisa kamu lakukan di masa tuamu,” tutur Ami saat bercerita tentang masa kecilnya.

Kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar Ia tuangkan ke dalam tugas akhir kuliahnya. Ami meneliti tentang pekerja anak, karena menurutnya tidak seharusnya anak-anak bekerja untuk mendapatkan uang daripada sekolah.

“Dari data yang Ami dapat, salah satu wilayah tertinggi jumlah pekerja anaknya ialah Nusa Tenggara Barat. Mulai dari bertani, pekerja seni sampai pekerja seks di bawah umur ada di sana,” ujar Ami.

Memang sudah wataknya Ami suka dengan tantangan, metode penelitian Ami pun menggunakan metode yang baru pertama kali dipakai di universitasnya. Setelah revisi akhir, Ami mendaftarkan skripsinya ke sebuah portal jurnal internasional, Scopus.com. “Alhamdulillah sudah diterima dan semoga bisa terbit akhir tahun ini,” tambah Ami.

Sejak tahun 2010, Ami meraih apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards pada bidang lingkungan dari PT Astra International Tbk, sampai sekarang Ami terus menunjukkan keuletannya dalam tiap aktivitas yang Ia geluti.

Semangat Ami untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi Catur Dharma, yaitu Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara. Semoga Ami dapat terus menginspirasi anak-anak muda Indonesia lainnya dan siapa tahu akan muncul raja-ratu sampah berikutnya. (sp/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru