Wednesday, October 23, 2019
Home > Berita > Sadikin Aksa dan Prasetyo Islah dan Sepakat Majukan IMI

Sadikin Aksa dan Prasetyo Islah dan Sepakat Majukan IMI

Ikatan Motor Indonesia (IMI) sudah berusia 110 tahun, tertua di Indonesia. (mimbar-rakyat.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Sadikin Aksa dan Prasetyo Edi Marsudi yang berseteru tentang kepemimpinan di tubuh Ikatan Motor Indonesia (IMI), Kamis melakukan islah atau berdamai di Jakarta dan sepakat untuk sama-sama memajukan IMI.

“Sudah tidak ada lagi masalah. Sadikin dan Pras sudah berdamai dan dalam waktu dekat akan kita kumpulkan semua pengurus IMI daerah. Sadikin tetap sebagai ketua umum PP IMI yang nanti akan dilantik resmi oleh KONI,” kata Sekjen PP IMI Jeffrey JP ketika dihubungi mimbar-rakyat.com Kamis petang.

Jeffrey menyatakan, dalam pertemuan dengan pihak Prasetyo itu, disepakati Sadikin Aksa tetap sebagai ketua umum PP IMI 2015-2019 dan beberapa personil yang diajukannya akan dimasukkan ke dalam kepengurusan PP IMI.

Musyawarah Nasional (Munas) IMI VIII di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat,  18 Desember 2015 berlangsung panas sehingga kubu calon ketua umum Prasetyo yang juga ketua DPRD DKI Jakarta meninggalkan sidang paripurna ketiga.

Prasetyo dan beberapa pengurus IMI daerah sepakat “walk-out” sementara sekitar 24 pengurus IMI daerah lainnya aklamasi memilih Ikin – panggilan Sadikin Aksa – sebagai ketua umum PP IMI 2015-2019.

Prasetyo bersama tiga pengurus IMI daerah melaporkan hal itu kepada Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) dan setelah beberapa kali sidang diputuskan dilakukan Munas ulang dalam tempo 90 hari sejak keputusan dikeluarkan pada 20 Juli 2016.

Dengan sisa waktu hanya sekitar seminggu dari batas waktu untuk Munas ulang, KONI akhirnya menunjuk wakil bidang organisasi KONI Pusat Mohammad Riyanto Rasyid sebagai penjabat bertanggung jawab (caretaker) Ketua Umum PP IMI untuk menggelar Munas IMI ulang, didampingi wakil ketua umum Amir Karyanto (bagian hukum KONI Pusat), Eman Sumusi (sekretaris) dan Eko Puspitono (wakil sekretaris).

“Sekarang tidak ada istilah Munas ulang. Kita nanti bertemu dengan semua pengurus Pengprov IMI dengan istilah musyawarah untuk mufakat nasional.  Kita sepakat melakukan ini semua agar tidak ada preseden,” kata Jeffrey.

Surat pernyataan kesepakatan islah kedua kubu pada pertemuan mediasi Kamis di Hotel Century Jakarta, ditandatangani Ikin dan Prassetyo di hadapan Riyanto, serta tiga ketua umum IMI penggugat, A Judiarto (DKI), Agung Nugroho (Riau) dan Andre Narang (Kalteng).

Jeffrey menambahkan, Ikin dan Prasetya sama-sama menginginkan organisasi IMI ke depan lebih maju. “Kita sepakat untuk menyempurnakan kepengurusan PP IMI,” kata Jeffrey dengan menambahkan, ia belum dapat mengungkapkan siapa saja yang akan masuk ke dalam kepengurusan PP IMI.

Selama 70 hari lebih sejak BAORI meminta diadakan Munas ulang, seluruh kegiatan IMI baik perlombaan maupun kesekretariatan, tetap berjalan seperti biasa, baik di daerah mau pun di pusat.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru