Thursday, July 02, 2020
Home > Berita > Rusuh di Mako Brimob, 155 Napi Teroris dan Bayi Dipindahkan ke Nusakambangan, Ahok dan Alfian Aman

Rusuh di Mako Brimob, 155 Napi Teroris dan Bayi Dipindahkan ke Nusakambangan, Ahok dan Alfian Aman

Napi menyerahkan diri di Mako Brimob digiring ke bus yang akan membawanya ke Nusa Kambangan.(ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Depok) – Tidak seluruh tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok dievakuasi. Petugas hanya memindahkan 155 napi teroris bersama seorang bayi ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen M. Iqbal,Kamis (10/5) mengatakan, masih ada di situ tahanan lain, ada di sana semua,” katanya kepada wartawan di Gedung Korps Sabhara Baharkam Polri Direktorat Polisi Satwa, Depok.

Iqbal mengatakan, tahanan lain yang berada di Rumah Tahanan Cabang Salemba Mako Brimob tidak terdampak kerusuhan, termasuk mantan Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Ustad Alfian Tanjung.

Diketahui selama 40 jam rusuh, para napi kasus teroris sempat menguasai 3 blok. Beberapa suara ledakan pun terdengar dari dalam Mako Brimob.

“Rumah tahanan Cabang Salemba yang berada di Mako Brimob kan sudah kita dikategorikan, tidak dijadikan satu. (Alfian dan Ahok) Insya Allah aman. Masih di situ,” tegasnya.

SEORANG BAYI
Ternyata selama 40 jam situasi mencekam di Mako Brimob, ada seorang bayi yang terjebak dalam situasi tersebut. Bayi tersebut anak dari narapidana teroris yang ditahan di Rumah Tahanan Cabang Salemba di dalam Mako brimob.

M. Iqbal mengungkapkan, bayi tersebut juga termasuk 156 orang yang dipindahkan ke Nusakambangan, Jawa Tengah. “Jadi dipindah 155 napi beserta satu bayi bersama ibunya,” katanya.

Iqbal menjelaskan, pemindahan napi kasus teroris tersebut sudah direncanakan sebelum mereka menyatakan menyerahkan diri. Dia menyebut para napi dievakuasi dari Rutan Cabang Mako Brimob menggunakan bus.

“Pada waktu penyerahan diri terus kami lakukan penggeledahan sterilisasi itu langsung ke bus. Bus memang disiapkan. Saat ini masih dalam perjalanan,” imbuhnya.

Kerusuhan yang melibatkan napi teroris dengan petugas Polri pecah pada Selasa (8/5). Sebelumnya napi menguasai tiga blok tahanan. Dari pihak napi, satu orang tewas dan lima polisi gugur. Empat petugas juga megalami luka-luka akibat kerusuhan itu.

SYUKRON FADHLI
Jenazah Syukron Fadhli, 21, Angota Detasemen Khusus Anti Teror 88 yang menjadi korban pembunuhan oleh narapidana teroris (Napiter) penghuni Mako Brimob Kelapa Dua disemayamkan ke kampung halaman di Prembun, Kebumen, Jawa Tengah.

Prayitno, 81, Ketua RT 004, RW 006 Kompleks TNI AD III Cakung, Jakarta Timur membenarkan bahwa almarhum adalah warganya.

“Dia memang warga saya. Di sini tinggal sama bibinya sejak tahun 2015,” kata Prayitno saat ditemui di kediamannya Kompleks TNI AD III Nomor 13, RT 004/006, Cakung Jakarta Timur, Kamis.

Namun, dia sebut bahwa jenazah Syukron langsung dibawa pihak keluarga ke kampung halaman untuk dimakamkan.

“Saya juga tidak sempat melihat jenazah karena dari Rumah Sakit Polri langsung dibawa ke kampung di Prembun,” kata dia.

Prayitno mengaku mendapat kabar meninggalnya almarhum dari pemberitaan salah satu televisi swasta dan setelah awak media mendatangi kediamannya untuk menanyakan alamat korban. (i/dir)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru