Wednesday, November 13, 2019
Home > Berita > Rusia Jadikan Perang Suriah sebagai Perang Melawan Negara Islam

Rusia Jadikan Perang Suriah sebagai Perang Melawan Negara Islam

Perang di Suriah telah membuat banyak bangunan luluh lantak, puluhan ribu orang tewas.

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Keterlibatan tentara Rusia dalam perang di Suriah makin mendapat sorotan. Itu karena Rusia didukung Gereja Ortodoks Rusia menyatakan perang tersebut sebagai “perang suci” melawan Negara Islam.

Televisi Perancis, France 24, Rabu (4/11-2015) menyiarkan laporan khusus tentang peran Rusia dalam perang di Suriah tersebut. Tentara Rusia diprovokasi bahwa perang tersebut merupakan perang agama.

Dalam gambar yang disiarkan France 24 terlihat tentara Rusia memegang salib ukuran besar ketika berada di atas tank.

Sejumlah kantor berita internasional memang menyoroti keterlibatan Rusia dalam perang di Suriah, karena Negara tersebut telah menjadikan medan tempur sebagai perang antar-agama.

Ketika Rusia memutuskan mengirim pasukan ke Suriah, akhir September 2015, Kepala Humas Gereja Ortodoks, Vsevolod Chaplin, seperti dilaporkan kantor berita AFP mengatakan, perang melawan terorisme adalah perang suci.

Namun perang menghadapi teroris yang mereka sebut sebagai ISIS hanya kedok belaka. Klaim untuk melumpuhkan kekuatan ISIS hanya sebagai tameng, karena sejatinya Rusia hadir di Suriah untuk membantu rezim Bashar Al-Assad yang didukung Iran, Syiah Irak, dan Libanon.

Rusia selain menampilkan pesawat tempur canggih, Mig 31, juga menurunkan tentaranya dalam perang di darat.

Dukungan gereja Ortodoks Rusia begitu penting bagi pemerintahan Putin. Padahal pada masa pemerntahan Soviet kelompok itu tertindas. Kini mereka berpengaruh besar di Rusia, meski Rusia memisahkan gereja dari Negara.

Presiden Vladimir Putin merupakan pemeluk fanatik dari kelompok tersebut.

Perang di Suriah telah memakan banyak korban, termasuk anak-anak. Puluhan ribu warga tewas akibat kekejaman perang. Tidak sedikit dari warta sipil akhirnya memutuskan mengungsi ke sejumlah Negara, termasuk ke Negara-negara Eropa.***(Janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru