Thursday, November 21, 2019
Home > Berita > Rusia Didesak Akhiri Dukungan pada Assad

Rusia Didesak Akhiri Dukungan pada Assad

Seorang bocah perempuan berusaha berlindung agar terhindar dari serangan bom, di kota Tuscany, Suriah, (Foto Dokumen AFP)

Seorang bocah perempuan berusaha berlindung agar terhindar dari serangan bom, di kota Tuscany, Suriah, (Foto Dokumen AFP)

Mimbar-Rakyat.com (Tuscany) – Para menteri luar negeri dari negara Kelompok Tujuh (G7) menekan Rusia agar mengakhiri  dukungan pada kepemimpinan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Pertemuan dua hari negara-negara industri  yang berakhir Selasa (11/4) di kota Tuscany, Italia, sepakat meyakinkan Moskow agar mengakhiri dukungan terhadap Assad. Pertemuan itu menyikapi serangan Amerika Serikat (AS), Kamis lalu, ke sebuah pangkalan udara Suriah, sebagsai balasan serangan senjata kimia dari pihak Assad.

Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, Senin (10/4) menyatakan, apa yang dilakukan adalah untuk menghentikan dukungan Rusia terhadap Suriah.  Pertemuan di Tuscany diikuti menteri luar negeri Italia, Jerman, Perancis, Inggris, Jepang, dan Kanada.

Menurut laporan Al Jazeera, mengutip sejumlah kantor berita, kesepakatan itu diharapkan akan dibawa Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, yang akan berkunjung ke Moskwa.

“Apa yang kami coba lakukan adalah untuk memberikan mandat yang jelas kepada Rex Tillerson. Semua sekutu kami di sini, mengatakan kepada Rusia ‘ini adalah pilihan Anda: tetap dengan orang itu, tetap dengan tiran itu, atau bekerja dengan kami untuk menemukan solusi yang lebih baik’,” kata Johnson.

Serangan kimia yang diduga dilakukan pihak Assad ke sebuah kota Suriah yang dikuasai penentangnya, telah membuat sejumlah negara berang, termasuk AS yang langsung melakukan serangan ke sebuah pangkalan udara Suriah. Itu merupakan pertamakalinya campur tangan AS terhadap perang Suriah.

Namun Rusia menolak tuduhan bahwa Assad menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri dan menyatakan tidak akan memutuskan hubungan dengan Assad, yang telah terjadi dalam perang saudara sejak enam tahun yang telah menghancurkan Suriah dan memaksa sebagian besar penduduknya mengungsi.

Menurut Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin, mundurnya Assad tidak membantu menyelesaikan masalah di Suriah.

Namun pembicaraan pertelepon antara Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden AS Donald Trump, Senin,  disepakati mendorong atau meyakinkan Moskow agar mengakhiri dukungannya untuk Presiden Suriah.

“Perdana menteri dan presiden setuju untuk membujuk Rusia bahwa aliansi dengan Assad tidak lagi kepentingan strategis,” kata juru bicara kantor May Downing Street.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, kepada wartawan di Perancis, mengatakan,  negaranya juga siap menjatuhkan sanksi kepada Moskow.

Dalam gerakan melawan Assad, Italia juga telah mengundang para menteri luar negeri dari Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania dan Qatar untuk duduk bersama kelompok G7 Selasa (11/4) guna membahas Suriah. Semua negaran itu menentang kekuasaan Assad.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru