Sunday, September 22, 2019
Home > Berita > RUPST Astra Bagi Dividen Tunai Rp6,8 Triliun

RUPST Astra Bagi Dividen Tunai Rp6,8 Triliun

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – PT Astra International Tbk (ASII) membagi dividen tunai sebesar Rp 6,8 Triliun kepada pemegang saham. Keputusan tersebut diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan di Jakarta, Kamis (20/4).

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto mengatakan, dividen tersebut setara dengan Rp168 per lembar saham.

Prijono Sugiarto pada kesempata itu mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder atas dukungan penuh yang telah diberikan kepada Astra selama 60 tahun berkarya untuk membangun bangsa, sehingga perseroan dapat terus meningkatkan kinerja dari tahun ke tahun dan mampu memberikan dividen tunai sebesar Rp 168 per saham atau dengan total nilai Rp6,8 triliun.

Dalam menyikapi kondisi lingkungan bisnis yang penuh tantangan sepanjang tahun 2016, dikatakan, Astra terus berinovasi dan merintis berbagai terobosan pada portofolio dan proses bisnis serta organisasi, agar dapat menyesuaikan dengan realitas tantangan dan kondisi pasar yang ada.

Dengan tetap fokus pada kekuatan Astra dalam hal keunggulan produk, hubungan erat dengan pelanggan, serta inisiatif efisiensi di segala bidang, Astra berhasil membukukan kinerja operasional dan bisnis yang baik pada tahun 2016.

Pada kesempatan RUPST, PT Astra International Tbk mengangkat tiga komisaris independen baru, yakni Mari Elka Pangestu, Muhamad Chatib Basri, dan Kyoichi Tanada.

RUPST digelar di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (28/4). Ketiga komisaaris independen baru itu menggantikan Erry Firmansyah, Soemadi DM Brotodiningrat, dan Hiyasuki Inoue yang mengundurkan diri.

Mari Elka merupakan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta mantan Menteri Perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat ini, Mari aktif sebagai Guru Besar Ekonomi Internasional Universitas Indonesia.

Chatib Basri merupakan mantan Menteri Keuangan era Presiden SBY, dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM). Saat ini, dia menjabat sebagai Direktur non eksekutif, independen Aziata Berhard Malaysia dan Presiden Komisaris Indonesia Infrastructure Finance.

Adapun, Kyoichi Tanada adalah Presiden Toyota Motor Asia Pacific Pte. Ltd., Presiden Toyota Motor Asia Pacific Engineering & Manufacturing Co.Ltd. Dia juga menjabat sebagai Direktur Indus Motor Asia Pacific Pte. Ltd.

Ketiganya akan menjabat sebagai komisaris hingga RUPS pada 2018 mendatang. Sedangkan, komisaris lainnya akan menjabat hingga RUPS pada 2017.

Berikut susunan dewan komisaris Astra International baru:
Presiden Komisaris: Budi Setiadharma
Komisaris Independen: Sidharta Utama
Komisaris Independen: Mari Elka Pangestu
Komisaris Independen: Muhamad Chatib Basri
Komisaris Independen: Kyoichi Tanada
Komisaris: Anthony John Liddell Nightingale
Komisaris: Benjamin William Keswick
Komisaris: Mark Spencer Greenberg
Komisaris: Chiew Sin Cheok
Komisaris: Jonathan Chang
Komisaris: David Alexander Newbigging.

***(Is)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru