Thursday, February 20, 2020
Home > Olahraga > Roma dan Coma Tercepat Reli Dakar

Roma dan Coma Tercepat Reli Dakar

MIMBAR-RAKYAT.com ( San Miguel De Tucuman, Argentina) –  Pereli  Spanyol Nani Roma tampil tercepat pada hari kelima perlombaan Reli Dakar, Kamis, sedangkan rekan senegaranya Marc Coma di urutan terdepan kategori sepeda motor, pada tahapan kelima yang berlangsung brutal di tengah cuaca 40 derajat Selsius.  

Roma, mengendarai Mini, memimpin setelah menyelesaikan tahapan ketiga dan ia mengulang kiprahnya itu setelah menyelesaikan lomba sepanjang 912 kilometer dari Chilecito ke San Miguel de Tucuman.

Roma membukukan catatan empat jam 27 menit 01 detik pada tahapan mobil sepanjang 527 kilometer disusul pesaing dari Afrika Selatan Giniel De Villiers, di atas Toyota, di urutan kedua, dan pereli dari Amerika Robby Gordon,  di urutan ketetiga.  

Pada susunan klasemen umum, Roma kini memimpin dengan keunggulan waktu 26 menit 28 detik dari juara 2011 yang juga teman setimnya yang menggenjot Mini, Nasser Al-Attiyah dari Qatar.

“Saya gembira hari ini. Perjuangan berat karena lintasannya amat sukar, tapi saya berhasil mengatasinya,’ diakui Roma.  

“Kami mencoba melakukan yang terbaik dan kami berhasil, Perjuangan di lintasan berbukit debu amat sukar, kami kehilangan waktu 10 menit tapi mampu menyelesaikannya dengan baik. Pereli lain mengalami banyak masalah,” katanya.  

Carlos Sainz, juara 2010 dan memimpin sehari sebelumnya, melorot ke urutan keenam klasemen umum, terpaut hampir satu jam dari Roma, akibat pereli Spanyol itu mengalami masalah dengan navigasinya.  

“Kami kehilangan arah. Kami harus mencari arah yang benar dalam situasi amat berat,” kata pereli Spanyol itu.  

Pada kategori sepeda motor, situasinya lebih berat, karena kondisi alam yang panas dan membahayakan bagi para peserta reli itu.  

Mantan juara Coma, di atas KTM, tampil sebagai pereli tercepat dengan membukukan waktu tiga jam 02 menit, disusul rekannya dari Spanyol Jordi Viladoms dan Kuba Przygonski dari Polandia di urutan ketiga.  

“Perlombaan semakin berat dan di luar sana amat panas. Kami mengalami kesukaran dengan navigasi dan karena minggu sebelumnya hujan, sehingga tidak ada tanda-tanda,” kata Coma.  (KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru