Sunday, December 09, 2018
Home > Berita > Rizal Ramli: Ekonomi Pincang Akibat Tak Ada Terobosan Fiskal dan Riil

Rizal Ramli: Ekonomi Pincang Akibat Tak Ada Terobosan Fiskal dan Riil

Rizal Ramli. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, perekonomian nasional pincang. Karena itu supaya roda perekonomian negeri ini terus berputar dibutuhkan beberapa mesin yakni moneter dan fiskal serta sektor riil.

Ekonom senior itu mengatakan, Kamis (29/11), bagaikan pesawat, untuk mengendalikan ekonomi diperlukan dua mesin, yaitu moneter serta fiskal dan sektor riil.

Rizal memuji bergeraknya mesin pertama atau moneter di bawah Gubernur BI, Ferry Warjiyo yang sangat pro aktif dan ahead of the curve, hingga berhasil menstabilkan rupiah.

Tapi mesin kedua, dia menilai payah. Tak ada terobosan pemerintah di fiskal dan sektor riil. Keduanya tak jalan.

“Kepincangan ini akan berdampak pertumbuhan ekonomi stagnan di angka 5 persen. Ini akan terus berlanjut, karena andalan utama hanya kebijakan monter saja,” tandasnya.

Minggu yang lalu, lanjut Rizal, BI menandatangani perjanjian curency swap dengan China senilai 28,8 miliar dolar AS atau setara 200 miliar yuan.

Untuk Cina, menurutnya, memang bagus karena memperkuat posisi yuan, tingkatkan hubungan bisnis dengan Indonesia. Untuk Indonesia, agar membantu, terutama untuk menstabilkan rupiah, kurangi peranan dolar AS dalam transaksi valuta.

“Tetapi suplai valuta tidak akan berubah, kecuali ada terobosan berarti di sektor riil. Implikasi geo-politik perlu diperjelas,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan kondisi perekonomian dunia masih diwarnai dengan ketidakpastian sehingga sulit diprediksi dan dikalkulasi.

“Saya kira bapak ibu bupati semuanya juga merasakan betapa ketidakpastian ekonomi dunia itu betul-betul sulit dikalkulasi dan sulit dihitung,” kata Jokowi saat audiensi dengan sejumlah bupati di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, terkait dengan pertumbuhan ekonomi, pemerintah harus bicara apa adanya. “Berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, kami harus bicara apa adanya bahwa situasi ekonomi dunia sekarang ini masih betul-betul pada posisi yang sangat sulit,” ucapnya. (p/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru