Sunday, April 05, 2020
Home > Berita > Ricardo Gelael: Sean Tunjukkan Kematangan dan Mental Kuat

Ricardo Gelael: Sean Tunjukkan Kematangan dan Mental Kuat

Sean Gelael tunjukkan kematangan dan meningkatnya kekuatan mentalnya, sehingga diharapkan akan semakin berprestasi di ajang lomba dunia Formula 2 (F2) pada 2016. (seangp.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Kemenangan Sean Gelael pada lomba ketahanan Le Mans Asia di Thailand, Minggu, menunjukkan meningkatnya kematangan membalap serta kuatnya mentalnya sehingga pencapaian ini diharapkan terus meningkat demi membawa prestasi pebalap Indonesia di kancah laga mancanegara. 

Ricardo Gelael, ayahanda Sean, yang sedang berada di Thailand, mengungkapkan hal ini ketika dihubungi Senin pagi.

Ia menjelaskan, kemenangan atau naik podium bagi seorang pebalap merupakan hal penting, terutama guna menambah rasa percaya diri dalam bersaing dengan para pesaingnya di lintasan adu kecepatan itu.

Sean Gelael yang akan terjun total pada semua laga F2 (GP2) sepanjang 2016, mengawali lomba Le Mans Asia di Thailand dan Malaysia, untuk mengisi masa rehatnya. Laga di Sepang akan berlangsung dua minggu lagi dan kedua putaran laga ketahanan Asia yang diikuti Sean merupakan dua putaran akhir dari empat putaran musim 2015.

Sean berpasangan dengan Antonio Giovinazzi asal Italia yang didukung tim Jagonya Ayam with Eurasia, melaju bergantian dan mereka memimpin lomba selama tiga jam itu hingga empat putaran, sebelum mengalami pecah ban belakang dan posisi mereka melorot ke tangga ke-15 dari 16 mobil yang melaju di lintasan Sirkuit Chang, Buriram.

Tapi mereka akhirnya berhasil melewati satu demi satu lawannya setelah berjuang keras selama hampir 50 menit,  bahkan mereka meninggalkan tim Algarve Pro Racing, yang berada di posisi kedua, pada putaran 63. Satu putaran akhir dikebut Antonio dan ia sukses berada di urutan paling depan hingga akhir lomba pada putaran ke-113.

Ricardo melanjutkan, pada laga ketahanan itu, Sean membuktikan mampu melakukan hal terbaik pada mobil yang sama dengan yang dinaiki rekannya Antonio yang saat ini dianggap sebagai salah satu pebalap terbaik.

”Sean mengemudi dengan baik pada kendaraan LMP2 yang pertama dinaikinya. Ia bersaing dengan jagoan balap Le Mans lain di Buriram seperti Oliver Webb dan Richard Bradley yang juara pertama Le Mans 2015,” kata Ricardo, juara reli mobil nasional 2006.

Sean besama ayahandanya Ricardo Gelael. Bakat ayah turun ke anak (seangp.com)
Sean besama ayahandanya Ricardo Gelael. Bakat ayah turun ke anak (seangp.com)

”Ia dapat membuktikan kepiawaiannya, baik saat melakukan sesi latihan dan kualifikasi serta saat balapan Minggu. Ia kelihatan lebih baik dari segalanya, dilihat dari sisi kecepatan, menjaga konsumsi bensin dan maintain ban,” kata Ricardo.

”Ia tertinggal hampir dua menit ketika pecah ban sehingga harus masuk pit. Tapi dalam waktu 58 menit ia mengampil alih lagi posisi terdepan dengan beda waktu 29 detik, sebelum berganti kemudi dengan Antonio,” tutur pengusaha yang mantan pebalap itu.

”Ini merupakan awal bagus pada 2016. Ini juga menunjukkan meningkatnya kematangan seorang pebalap dengan mental yang semakin kuat. Semoga pencapaian ini dapat membawa dia untuk terus berprestasi untuk Indonesia,” kata Ricardo.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru