Wednesday, September 18, 2019
Home > Berita > Ricardo Gelael HUT KE-59

Ricardo Gelael HUT KE-59

Ricardo Gelael meniup lilin ulang tahun. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta)  – “You are the motor to my life, the brakes to my problems, the fuel to my passion. Happy birthday”. 

Frasa di atas merupakan ungkapan  Sean Gelael ketika ayahandanya Ricardo Gelael yang berulang tahun ke-59 pada 13 Januari 2018, dirayakan di Raja Ampat, Papua Barat.

Pebalap muda itu mengutarakan hal di atas pada 2016 dan falsafah hidup amat hakiki itu pasti  tak lekang dimakan waktu hingga 2017 atau 2018 atau entah kapan pun, karena kata-kata itu secara tidak langsung merupakan simbol tugas dan hak kewajiban setiap orang tua dan anak.

“Engkau merupakan penggerak dalam hidup saya, sebagai pemecah masalah saya dan sebagai bahan bakar untuk menggelorakan keinginan saya,” begitu kira-kira dikatakan Sean Gelael, membuat siapa pun yang menghayatinya akan merasa bergetar di dada.

Ungkapan Sean Gelael itu cukup beralasan, karena Ricardo lah yang membentuk jiwa balap Sean Gelael sampai  berlaga di ajang GP2 Series saat ini, diawal dari tangga paling bawah.

“Saya ingin ia nanti jadi pebalap tangguh,” kata Ricardo, ketika melihat mata Sean yang berbinar-binar saat menyaksikan ia tampil sebagai juara pada Kejurnas reli mobil di Palembang,  7-9 April 2006.

Ketika itu, Ricardo hanya ingin menunjukkan kepada puteranya bahw ia merupakan pereli “beneran” dan niatnya itu menjadi kenyataan.

Ricardo mulai lagi mengikuti laga reli mobil nasional pada 2005 setelah beberapa tahun istirahat. Ini tak lain tak bukan, karena Sean ingin menyaksikan ayahnya melaju di lintasan reli.

“Katanya Papa pereli mobil. Coba tunjukkan pada saya kalau benar-benar pereli,” kata Sean pada 2005 yang ketika itu berusia sembilan tahun, saat Ricardo berada di urutan kedelapan “overall”  dan Rifat Sungkar juara dengan mengumpulkan nilai 66 poin.

Ricarado merayakan HUT ke-59.

Pada 2006 Ricardo yang mengendarai Subaru  Impreza WRX Sti, tampil sebagai juara nasional dan hingga putaran kedua ia sudah mengumpulkan nilai total 40, sedangkan Rizal di urutan ketiga (27) dan di tengah mereka Al dJufri (40).

Ketika itu, Ricardo menyatakan bahwa kemenangannya amat mengejutkan, dan dianggapnya sebagai momentum pemicu bangkitnya kembali reli mobil nasional, baik bagi angkatan muda mau pun yang sudah mulai veteran.

Di antara lawannya ketika itu terdapat Chandra Alim, Tony Hardianto, Boy Harrijanto, Okky Harwanto, Deyu, Tommy Soeharto,  Herry Agung, Rizal dan Rifat Sungkar, Sadikin Aksa, Ijeck dan beberapa lainnya.

Apa kunci kemenangan Ricardo ketika itu?

“Selain kendaraan saya bagus, tentu saja karena faktor keberuntungan,” kata Ricado, tapi dedengkot reli nasional Beng Soeswanto menambahkan, hal terpenting yang dimiliki Ricardo adalah “rasa percaya diri cukup tinggi” .

Bergembira bersama keluarga. (ist)

Selamaaat ulang tahuun.. (ist)

Nah, mata Sean Gelael yang berbinar-binar menyaksikan ayahnya menang dan dikelilingi wartawan di garis finis, mungkin membekas amat dalam pada jiwanya, sehingga ia kini amat keras dan gigih dalam berlaga di lintasan sejak dari jaman laga karting hingga formula GP2 saat ini.

Tampilnya Ricardo sebagai pemenang di atas mobilnya yang berwarna biru itu,  membuka pintu hobi Sean Gelael dalam perjalanan hidupnya dan apa yang dikatakan Beng Soeswanto tentang “rasa percaya”  itu amat lekat dengan jiwa Sean, yang “passion” lombanya amat tinggi.

Sean Gelael

Nah, Sean kini sudah malang melintang di kancah balap sejak usia delapan tahun, sampai akhirnya tampil di jenjang laga GP2, yang merupakan tangga akhir untuk masuk ke perlombaan jet darat tertinggi di dunia, Formula Satu (F1).

Pada 2015, ia berlaga di kancah lomba Formula Renault 3.5 serta beberapa putaran GP2. Sebelum konsentrasi penuh di ajang F2 2016 dan 2017 serta 2018.

Sean Gelael, Norman Nato dan Stoffel Vandoorne in action.. (ist)

Pada 2018, Sean Gelael dipastikan akan membalap bersama tim Prema Racing untuk balapan Formula 2 musim 2018. .

“Saya bangga menyambut Sean di tim kami. Kami butuh pebalap seperti Sean yang memiliki fakta pengalaman balap yang mumpuni untuk penyesuaian mobil baru  yang akan dipakai pada musim balap 2018,” kata tim principal Prema Racing Rene Rosin.

Rene cukup impresif dengan hasil yang diraih Sean sebagai pebalap penguji dalam beberapa sesi latihan bebas bersama tim Formula 1 Toro Rosso.

Rene juga menilai positif perjalanan karier pebalap berusia 21 tahun itu yang dimulai dari Formula Abarth dan Formula Pilota, Formula 3, dan Formula Renault 3.5 championship sebelum di GP2 Series yang kini berganti nama menjadi Formula 2. Penampilan Sean pada balapan ketahanan Asian Le Mans Series juga tak luput dari pengamatan Rene.

Sean, Nato dan Vandoorne berjemur snar mentari. (ist)

Sean Gelael menyatakan senang bisa bergabung dengan tim Prema Racing. “Ini merupakan impian dan kesempatan besar setiap pebalap untuk bisa bergabung dengan tim yang sudah meraih banyak kesuksesan dan memiliki sejarah panjang. Tentu saya berharap kami bisa bekerja sama untuk membangun tim solid,” kata Sean.

Untuk musim balap 2018, penyelenggara balapan sudah menetapkan kalender balap dengan 12 series dengan total 24 balapan. Seri pertama akan dimulai di sirkut Sakhir pada tanggal 6-8 April 2018. Sementara balapan terakhir dilangsungkan di sirkuit Yas Marina pada tanggal 23-25 November 2018.

Selamat ulang tahun Pak Ricardo, selamat berlomba Sean Gelael.  (A.R. Loebis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru