Tuesday, November 12, 2019
Home > Berita > Ribuan Pengedar Narkoba Tewas Ditembak di Filipina, Indonesia Menyusul?

Ribuan Pengedar Narkoba Tewas Ditembak di Filipina, Indonesia Menyusul?

Buwas siap instruksikan tembak mati pengedar narkoba. (sib)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Ribuan pengedar dan pengguna narkoba sudah terlentang bersimbah darah di jalanan umum, di gang dan di berbagai tempat di Filipina, karena disambar timah panas atas permintaan Presiden Rodrigo Duterte dan bisa jadi hal ini akan terjadi pula di Indonesia.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso, menyatakan siap menembak mati para pengedar narkoba, karena tindakan mereka ini sudah merusak jutaan generasi muda dan mengancam masa depan negara.

“Kami tidak ngawur, karena tindakan tegas itu juga terukur, sebab akan kami lakukan pada pengedar yang kami sudah punya data pelanggaran hukumnya. Kalau sudah begini masih direhabilitasi justru kita yang kalah, karena mereka pasti cari mangsa lagi,” kata Budi Waseso di Surabaya, Rabu.

Dia menjamin tindakannya tidak akan melanggar hukum dan HAM.

“Pernyataan presiden bahwa Indonesia berstatus darurat narkoba itu sudah di atas UU, bahkan Presiden menyatakan perang pada narkona. Selain itu juga ada Peraturan Kepala Polri. Tindakan mereka yang merusak jutaan generasi muda itu justru lebih melanggar HAM,” katanya seperti dilansir antaranews  .

Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan tim khusus yang akan bertindak tegas pada pengedar narkoba yang merusak jutaan generasi muda itu. “Kami tinggal menunggu senjata standar yang kami pesan dan akan datang pada bulan November,” katanya.

Dalam acara yang juga dirangkai dengan pertemuan BNN/BNNP dan Reserse Narkoba se-Indonesia itu, ia menegaskan bahwa pihaknya juga sudah memiliki 50 ekor K-9 (anjing pelacak) khusus narkoba.

“Lima puluh ekor k-nine itu sudah kami latih dalam enam bulan dan daya endus dan lacaknya sudah teruji, bahkan saya sendiri yang berangkat ke Belanda atas perintah presiden untuk belajar khusus teknik menciptakan K-9 itu,” katanya.

Bahkan, unit K-9 itu akan ditingkatkan lagi jumlahnya dengan menggunakan anjing setempat. “Untuk itu, BNN sudah bekerja sama dengan komunitas pecinta anjing. Jadi, kami serius memerangi narkoba, karena pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai 5,9 juta,” katanya.

Apalagi, para bandar sudah menciptakan “Operasi Regenerasi Pasar Narkoba” yang menyasar anak-anak TK, SD, dan SMP melalui jajanan anak-anak sekolah yang membuat ketagihan. “Mereka lakukan itu, karena 5,9 juta pengguna sudah tinggal menunggu waktu saja untuk sekarat dan mati,” katanya.

Saat ini, katanya, tercatat 40-an orang per hari yang meninggal dunia akibat menjadi pengguna narkoba yang menggerogoti sistem metabolisme pada organ tubuh mereka, sedangkan bandar besar yang diuntungkan umumnya ada di luar negeri.

“Omzet jaringan narkoba itu sudah mencapai Rp3,6 triliun dalam setahun, namun tahun lalu tercatat Rp2,7 triliun yang aliran dananya keluar dari Indonesia dengan menyebar pada 11 negara dan angka terbanyak mengalir ke China,” katanya.

Namun, ia mengaku sudah putus asa, karena pihak luar negeri sulit diajak kerja sama dalam pemberantasan narkoba, termasuk negeri jiran, seperti Singapura dan Malaysia.

“Untuk itu akan kami berantas dengan cara-cara yang sudah kami pelajari dari berbagai negara,” katanya.

Ngeri..seorang pemadat ditembak mati di tepi jalan di Filipina. Sudah lebih 500 orang menyerahkan diri Karena ketakutan disambar timab panas.   (passionMagz.com)
Ngeri..seorang pemadat ditembak mati di tepi jalan di Filipina. Sudah lebih 500 orang menyerahkan diri karena ketakutan disambar timah panas.  (passionMagz.com)  

Baru sebulan berkuasa, Presiden Filipina Duterte melalui petugas pilihan sudah  menembak 400 tersangka pengedar dan pengguna narkoba, sebagian besar karena baku tembak dengan polisi dan lebih dari 4.400 tersangka ditahan.

Situasi ini ternyata membuat “ngeri” para pengedar dan pengguna narkoba sehingga sekitar 500.000 orang memilih menyerahkan diri kepada polisi.

Di antara mereka yang menyerah karena takut ditembak mati adalah tiga orang wali kota dan seorang mantan wali kota yang berasal dari provinsi Maguindanao, wilayah selatan Filipina.

Di Indonesia, sudah dinyatakan dalam situasi darurat Narkoba dan para petugas yang berkelayakan sudah menyatakan “perang” dan salah satunya akan mengikuti apa yang dilakukan Filipina.  (AN/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru