Monday, July 06, 2020
Home > Berita > Ribuan Orang Kenang Korban Teror di 2 Masjid Christchurch Selandia Baru, Sniper Polisi Siaga Penuh

Ribuan Orang Kenang Korban Teror di 2 Masjid Christchurch Selandia Baru, Sniper Polisi Siaga Penuh

Sejumlah tokoh dan warga hadir dalam doa bersama dan peringatan nasional penembakan di 2 masjid Christchurch, Hagley Park, Selandia Baru, Jumat. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Selandia Baru) – Upacara mengenang korban penembakan di 2 masjid kota Christchurch kembali digelar di Selandia Baru. Ribuan orang menghadirinya, termasuk perwakilan negara-negara dari seluruh dunia. Polisi Selandia Baru bersiaga penuh mengawal acara ini, menyebar sniper di setiap penjuru.

Ada lebih dari 50 perwakilan negara asing yang menghadiri acara pada Jumat (29/3). Salah satunya adalah Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Acara digelar di taman Hagley, dekat masjid An-Nur salah satu lokasi penembakan. Sebanyak 50 orang tewas dalam aksi teror supremasi kulit putih tersebut. Warga dan tamu yang hadir tafakur ketika satu-per-satu nama korban disebutkan di atas mimbar.

Keamanan sangat ketat di sekitar lokasi upacara tersebut. Komisaris Polisi Mike Bush bahkan mengatakan, ini adalah salah satu acara publik dengan tingkat pengamanan tertinggi di Selandia Baru.

Helikopter Eagle terlihat mondar-mandir memantau dari ketinggian. Sementara para sniper berjaga sekitar 10 meter dari permukaan tanah menggunakan crane, memantau dengan binokular.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern tampil di mimbar mengenakan jubah khas Maori, kakahu. Sebelumnya, dia beberapa kali mengenakan kerudung sebagai bentuk solidaritas.

Dalam pidatonya yang menggugah, Ardern menyerukan dihentikannya lingkaran ekstremisme dan hal ini membutuhkan upaya dari seluruh dunia.

“Tantangan kita adalah menjadikan yang terbaik dari kita dalam keseharian. Karena kita tidak kebal dari virus kebencian, ketakutan, terhadap orang lain,” kata Ardern.

“Tapi kita bisa jadi negara yang menemukan penawarnya. Jadi kita semua setelah pulang dari sini, punya pekerjaan yang harus dilakukan,” kata dia lagi.

“Jawabannya adalah konsep sederhana yang tidak terikat batasan domestik, tidak berdasarkan etnis, kekuatan, atau pemerintahan. Jawabannya ada pada rasa kemanusiaan kita,” lanjut Ardern.

Acara tersebut juga diisi oleh penampilan dari penyanyi Cat Steven yang dikenal dengan nama Yusul Islam setelah jadi mualaf. Dia membawakan lagu “Peace Train” yang berisi pesan-pesan perdamaian.

Farid Ahmed, pria yang kehilangan istrinya dalam penembakan di masjid An-Nur juga menyampaikan pidatonya. Sebelumnya, Ahmed dikenal karena kebesaran hatinya memaafkan pelaku penembakan, seorang pria Australia bernama Brenton Tarrant.

Dalam pernyataannya di atas panggung, Ahmed kembali mengatakan telah memaafkan Tarrant karena dia tidak ingin memiliki “hati yang mendidih seperti lahar gunung berapi.”

Pria asal Bangladesh ini juga menyerukan masyarakat Selandia Baru bekerja sama dalam menciptakan perdamaian dengan menjadikan sesamanya seperti keluarga.

“Saya mungkin dari kebudayaan yang lain, kalian dari kebudayaan yang lain, saya mungkin punya satu keyakinan, kalian punya satu keyakinan, tapi kita bersama adalah taman yang indah,” kata Ahmed mengutip slogan kota Christchurch “Kota Taman”. (R/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru