Monday, September 16, 2019
Home > Cerita > Renungan Rohani: Takwa Memberi Kekuatan Menghindar dari Keburukan dan Maju Dalam Amal Kebaikan

Renungan Rohani: Takwa Memberi Kekuatan Menghindar dari Keburukan dan Maju Dalam Amal Kebaikan

Salah satu mesjid di Malaysia. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Rohani) – Hukum yang paling ditekankan Allah di dalam Alquran adalah takwa dan menjaga diri sendiri. Karena takwa memberi kekuatan untuk menghindarkan diri dari setiap keburukan. Takwa juga memberi kekuatan kepada manusia agar maju ke depan dalam amal kebaikan.

Mengapa Allah memberi penekanan terhadap takwa? Karena takwa merupakan jaminan bagi manusia mendapatkan keselamatan, terlindung dari setiap macam fitnah atau cobaan.

Takwa merupakan sarana kekuatan yang paling ampuh. Seorang yang bertakwa, terlindung dari marabahaya dan pertengkaran. Sementara sebaliknya, manusia yang tidak bertakwa, banyak terlibat di dalam pertengkaran dan perselisihan. Bahkan bukan tak mungkin sampai kepada kebinasaan.

Takwa tidak cukup diartikan takut saja kepada Allah. Pengertian takwa, yakni memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Adapun arti lain dari takwa, melaksanakan segala perintah Allah,
menjauhkan diri dari segala yang dilarang Allah (haram), ridho (menerima dan ikhlas) dengan hukum-hukum dan ketentuan Allah.
Takwa berasal dari kata waqa-yaqi-wiqayah yang artinya memelihara. Yakni memelihara diri dalam menjalani hidup sesuai tuntunan/petunjuk Allah.

Sebab, berbagai prasangka buruk dan sifat terburu nafsu, dapat menimbulkan perpecahan di kalangan bangsa, sehingga memberi kesempatan terhadap para penentang melakukan serangan.

Jadi, takwa adalah dasar pokok agama. Ketika takwa memuncak di kalangan umat Islam di masa awal, maka mereka mampu menyebarkan keselamatan dari Allah SWT ke seluruh dunia.

Orang-orang yang berjiwa suci pun terus bersama mereka, sehingga Islam keluar dari negara Arab dan berkembang ke negara-negara Asia sampai Timur Jauh.

Selanjutnya Islam mendapat kemajuan sampai ke benua Afrika dan benderanya terus berkibar hingga ke negara-negara Eropa. Akan tetapi tatkala takwa semakin berkurang, keamanan dan kedamaian bertukar dengan sikap mementingkan diri sendiri, kecintaan dan kasih sayang berganti dengan kekacauan dan kebencian, maka orang-orang muslim menjadi kosong dan hampa dari berkah-berkah ketakwaan itu, yang Allah tanamkan di dalam hati mereka.

Allah melalui perantaraan Rasulullah, telah menurunkan ajaran untuk mengikis habis kekacauan dan kerusuhan. Ajaran inilah yang hingga zaman sekarang ditampilkan untuk mengubah kegelapan menjadi cahaya terang-benderang.

Ajaran ini pula yang diamalkan untuk menyebarluaskan keselamatan dan mencegah keburukan dan kerusuhan.

Meskipun umat Islam zaman sekarang banyak yang telah jauh dan hampa dari berkah-berkah, yang disebabkan takwanya lepas dari dalam hatinya, dan tindakan mementingkan diri sendiri serta kebencian yang setiap hari kian meningkat, akan tetapi Allah telah berjanji kepada Nabi Muhammad SAW, pembawa syariat terakhir, untuk memenangkan Agama Islam di atas agama-agama lain di seluruh dunia.

Bagaimana pun Allah tidak akan menarik kembali janji-Nya ini. Jika terjadi kelemahan di dalam usaha itu, maka penyebabnya hanyalah karena kosongnya takwa di dalam kalbu umat Islam. Sebab di dalam Islam tidak terdapat sesuatu kekurangan apapun.

Maka dengan ketakwaan, setiap muslim akan mampu mengembalikan warisan iman yang sudah menghilang dari dalam kalbu umat Islam. Kewajiban setiap muslim untuk menyebarluaskan amanat keselamatan ke setiap penjuru dunia.

Dan pengertian ini harus ditanamkan ke dalam hati setiap umat bahwa Islam bukanlah agama terorisme, atau agama kekerasan, melainkan agama yang mengembangkan kecintaan dan kasih sayang.

Islam menegakkan ajaran kedamaian dan keselamatan di setiap lapisan masyarakat. Di tingkat negara dan bangsa-bangsa di dunia. Islam menegakkan ajaran kedamaian dan keselamatan yang begitu indah sehingga tidak ada yang mampu membandingkan dengan ajaran agama lain dan memang tidak akan dapat dibandingkan dengan agama apa pun di dunia ini.

Dan tidak pula agama lain mampu menegakkan ajaran seperti itu. Dengan mengamalkan ajaran yang indah seperti inilah kedamaian dan keamanan dunia dapat ditegakkan.

Maka, jika dunia ingin memberi keputusan tentang keselamatan, mereka harus mengikuti ajaran yang telah diberikan Allah kepada Rasulullah SAW yang di dalamnya terdapat takwa sebagai syarat.

Dalam Surah Al Hujurat, ayat 13 Allah SWT berfirman, “Wahai sekalian manusia. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan, dan Kami telah membuat kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu dapat saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal.”

Itulah ajaran Islam tentang persaudaraan. Dan itulah perintah Allah untuk menegakkan persaudaraan secara Islam dan untuk menegakkan keselamatan di seluruh dunia.

Setiap orang mukmin yang bertakwa kepada Allah, diperintahkan untuk menerapkan ajaran persaudaraan ini pada dirinya sendiri secara sempurna dan menyebarkan ke seluruh dunia, dimulai dari lingkungannya. (H. Johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru