Monday, January 20, 2020
Home > Cerita > Renungan Rohani: Merasa Bisa Tapi Tak Bisa Merasakan

Renungan Rohani: Merasa Bisa Tapi Tak Bisa Merasakan

Mesjid Qiblatain di Madinah, mesjid pertama arah kiblat sebelum dipindah ke Kabah di Mekah. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.COM (Rohani) – Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang merasa bisa, tapi tidak bisa merasakan. Dalam bahasa Jawa: Rumongso iso, nanging ora iso rumongso. Misalnya, kita merasa bisa bermain bola, tapi tak bisa merasakan sebagai pemain bola. Merasa bisa menjadi orang kaya, tapi tak bisa merasakan sebagai orang kaya.

Akhirnya, karena hanya merasa bisa tapi tak bisa merasakan, akan menimbulkan kecemburuan sosial, iri hati, dengki, dan sejenisnya. Kita selalu benci melihat orang lain sukses.

Kenapa dia bisa begitu, kenapa saya tidak bisa? Kenapa uangnya banyak, sedangkan saya sedikit? Kenapa dia punya mobil bagus, saya motor pun kredit?

Benaknya selalu dipenuhi pertanyaan-pertanyaan ketidakpuasan. Lalu menyalahkan orang lain,  bahkan bukan tak mungkin menyalahkan Allah. Nauzubillah!

Apabila pikiran seperti ini tidak segera disadari, maka dari pikiran akan turun mengotori hati. Dan bila hati telah kotor, maka setan akan bersarang di dalamnya. Padahal segala  sesuatu itu sudah ada yang mengatur, yakni Yang Maha Berkehendak, Allah SWT.

IKHLAS
Jadi meski kita merasa bisa, tapi kenyataannya tak bisa merasakan, mengapa harus memaksakan diri, terima dengan lapang dada. Tapi jangan putus berikhtiar, siapa tahu suatu saat bisa merasakan.

Toh sumbu dunia terus berputar, kadang di atas kadang di bawah. Kuncinya, sabar dak ikhlas. Sabar dan ikhlas menerima ketetapan Allah.

Rasulullah bersabda, “Akan merasakan lezatnya iman, orang yang ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai rasul.” (HR Muslim)

Ridha (ikhlas menerima) adalah merasa puas dan cukup dengan sesuatu serta tidak mencari lagi sesuatu yang lain bersamanya.

Artinya, tidak mencari dan berharap yang lain kecuali kepada Allah semata, tidak mau berusaha kecuali di atas jalan Islam, dan tidak mau menempuh suatu jalan kecuali apabila sesuai dengan syariat Muhammad. Seseorang yang telah merasa ridha dengan sesuatu, maka sesuatu itu akan terasa mudah baginya.

Demikian pula seorang mukmin apabila iman telah meresap ke dalam hatinya, maka akan terasa mudah segala ketaatan kepada Allah dan dia akan merasakan nikmat dengannya.

Orang yang bisa merasakan kelezatan iman adalah adalah orang yang ridha Allah sebagai Rabb, ridha Islam sebagai agama, dan ridha Muhammad sebagai rasul.

Ikhlas bagi orang muslim muslim dimulai dari ucapan, amal, dan jihad seluruhnya hanya kepada Allah untuk mencari ridha Allah dan balasan yang baik dari Allah tanpa melihat
keuntungan, bentuk, kedudukan, gelar, kemajuan, atau kemunduran.

SIFAT SOMBONG
Salah satu sebab jauhnya diri kita dari ikhlas adalah munculnya sifat ujub (sombong) atau berbangga diri yang berlebihan dan menganggap orang lain tidak lebih baik dari kita.

Sifat ini yang sering muncul, tanpa kita sadari mampu merobek-robek keikhlasan dalam diri kita. Karena sifat itu menodai kemurnian ikhlas dan mengotori hati dengan lendir-lendir kenistaan.

Hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga keikhlasan, dengan menghapus sifat ujub itu dari dalam hati, membuangnya jauh-jauh tanpa tersisa. Dimulai dari hal kecil dan sederhana, yaitu anggaplah orang lain lebih baik dari kita, anggaplah lebih mulia di sisi Allah.

Tidak usah kita merasa bisa, tapi toh tidak bisa merasakan. Syukuri saja apa yang ada pada kita, itu yang lebih penting. Jika kita melihat orang lebih tua dari kita, hendaklah kita berkata, “Orang tua ini sudah beribadah kepada Allah lebih dulu daripada aku, maka pahalanya lebih banyak dan lebih mulia di sisi Allah.”

Manakala kita melihat orang alim, maka hendaklah kita berkata, “Orang alim ini telah dikaruniakan bermacam-macam pemberian ilmu yang tidak dikaruniakan kepadaku”. (H.Johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru