Thursday, December 12, 2019
Home > Cerita > Renungan Rohani: Menjaga Kebersihan dan Kesucian, Ciri Orang Beriman

Renungan Rohani: Menjaga Kebersihan dan Kesucian, Ciri Orang Beriman

Mesjid At Tien di TMII Jakarta. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.COM (Rohani) – Kelebihan menonjol yang dimiliki seorang muslim adalah kebersihan. Tubuhnya bersih, hatinya bersih, pikirannya bersih, pakaiannya bersih, rumahnya bersih, dan lingkungannya juga bersih. Meski kebersihan bukan monopoli kaum muslimin, tapi seorang muslim punya nilai tambah. Karena di samping menjaga kebersihan, juga menjaga kesucian.

Kesucian (thoharah) merupakan hukum syar’i yang mempunyai ikatan dengan berbagai aspek, terkadang dibarengi unsur kebersihan dan terkadang pula tanpa unsur kebersihan. Alkohol misalnya, alat pembersih, tapi tidak mensucikan.

Thoharah, dalam kebiasaannya selalu dihubungkan dengan air, sehingga orang selalu mengindentikkan antara kesucian dengan kebersihan. Seorang muslim akan sangat memperhatikan kedua masalah tersebut. Ini pula yang menjadikan seorang muslim berbeda dan mempunyai kelebihan dibanding bukan muslim.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha Baik, Bersih mencintai kebersihan, Mulia menyenangi kemuliaan, Dermawan menyenangi kedermawanan, bersihkanlah pekarangan kalian, jangan menyerupai orang-orang yahudi.” (Turmudzi).

Seorang muslim, sekaligus akan membersihkan kotoran dan mensucikan najis (menghilangkan sekaligus dua unsur). Lahiriah yaitu kotoran dan unsur manawiah yaitu najis.

Sabda Rasulullah yang lain, ”Tak ada yang selalu dapat menjaga wudhunya, kecuali orang yang beriman.” (Ahmad dan Ibnu Majah).

Dengan memelihara kesucian badan, maka diapun akan menjaga kesucian pakaiannya. Dengan memelihara kesucian badan dan pakaian sekaligus, maka dia akan memelihara kebersihannya. Dengan sendirinya, dia pun akan memelihara kebersihan dan kesucian rumahnya.

Apabila dia sudah memperhatikan kebersihan dan kesucian rumahnya, dengan sendirinya dia akan memperhatikan kesucian alat-alat dan perabotan rumahtangganya. Bahkan tidak menutup
kemungkinan akan mengkhususkan tempat salat di rumahnya, sebagai bukti perhatiannya terhadap kesucian.

Kamar mandi dan WC pun akan menjadi perhatiannya dalam menjaga kebersihan dan kesucian. Selaian itu, dia akan memperhatikan juga wilayah sekitar rumahnya dan terus begitu.

Jadi sebagai muslim yang memahami arti adab (akhlak), akan selalu memperhatikan kebersihan dan kesucian, di manapun dia berada. Itulah ciri orang beriman, karena itu anjuran Rasulullah.

Seorang suami harus menjadi contoh dan teladan bagi istri dan anak-anaknya. Begitu pula istri dan anak-anaknya, harus menjadi contoh bagi anggota keluarga yang lain dan tetangganya.

Begitulah seharusnya rumahtangga Islam. Seorang muslim harus berpakaian yang bersih dan suci, serta sesuai dengan situasi dan kondisi. Bukan dilihat mahal dan bagusnya, tapi pantasnya. Dan pada saat waktu salat tiba, pakaian itu bisa dipakai salat di mesjid, karena bersih dan suci.

MENULAR
Perhatikanlah Rasulullah SAW, bagaimana beliau membersihkan Usamah kecil, karena beliau melihatnya dalam keadaan kotor. Begitu pula Siti Aisyah, ummul mukminin, beliau memberikan
nasihat kepada para wanita untuk memperhatikan kebersihan dan kesucian, serta memperindah penampilan mereka di hadapan suami-suami mereka.

Dengan demikian, kebiasan baik dari seorang muslim, akan terus menular kepada muslim-muslim yang lain. Menularkan kebaikan adalah ibadah. Sekecil apapun kebaikan itu, bila diikuti orang lain, akan sangat besar manfaatnya dan pahalanya bagi yang mengikuti maupun yang diikuti.

Kita harus menularkan kebersihan kepada orang lain. Membersihkan lingkungan dan jangan membuang sampah sembarangan. Selain bisa menyebabkan banjir, juga bakal menimbulkan berbagai penyakit.

Sebagai muslim, sudah kewajiban kita menjaga kebersihan sekaligus menjaga kesucian. (H. Johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru