Tuesday, November 19, 2019
Home > Global > Rahasia Jokowi Disamping Obama dan Xi Jinping

Rahasia Jokowi Disamping Obama dan Xi Jinping

Jokowi Obama Xi Jinping Putin

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) –  Di setiap forum pertemuan negara, Jokowi sering terlihat  duduk di samping Presiden negara besar seperti Amerika Serikat Barack Obama atau Presiden Tiongkok Xi Jinping. Rahasia Jokowi disamping Obama dan Xin Jiping, karena itu merupakan syarat yang diminta.

Presiden Indonesia harus duduk sejajar dengan Presiden AS dan Presiden Tiongkok dalam setiap forum internasional. “Indonesia, Amerika, China harus sejajar posisinya,” kata Jokowi sambil menunjukkan tiga jari di tangannya.

Bagi  Jokowi, buat apa mendatangi forum internasional jika Presiden Indonesia hanya duduk di pojok. “Mending saya pulang saja, enggak usah datang,” kata Jokowi saat menghadiri Harlah Ke-55 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Masjid Agung Al-Akbar, Surabaya, Jumat (17/4/2015) malam.

Indonesia patut disejajarkan dengan negara sekelas AS dan Tiongkok. Ini harus tercermin dalam forum pertemuan resmi. “Bayangkan, kita ini kaya, kita punya ribuan pulau, dan beragam suku serta budaya. Bahkan, kekayaan kita mungkin lebih banyak dari negara-negara besar lainnya di dunia,” ucapnya.

Menurut Jokowi, Presiden Indonesia harus duduk sejajar dengan Presiden AS dan Presiden Tiongkok dalam setiap forum internasional. “Indonesia, Amerika, China harus sejajar posisinya,” kata Jokowi sambil menunjukkan tiga jari di tangannya.

Jokowi telah memperlihatkan hal inidalam forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada November 2014 silam. Saat itu, dia meminta secara khusus untuk duduk bersebelahan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Dalam forum bersama mahasiswa tersebut, Jokowi memberikan paparan program kerja lima tahun kepemimpinannya. Program kerja yang dipaparkan itu antara lain dari sisi ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, strategi politik pengelolaan bahan bakar minyak, penanggulangan masalah narkoba, hingga penanggulangan bahaya paham ISIS.

Presiden menyampaikan tekadnya yang, meski sulit, tetapi terus dilaksanakan, yakni pengalihan subsidi BBM. Ia mengatakan, pemerintahannya mengalihkan subsidi BBM senilai Rp 300 triliun per tahun yang konsumtif ke subsidi yang produktif.Pembangunan jalur kereta api dari Aceh sampai Papua hanya perlu Rp 360 triliun. Akan tetapi, Indonesia sampai saat ini tidak bisa membangunnya karena dana justru banyak dihabiskan untuk subsidi BBM.

“Kenapa yang dulu-dulu tidak berani melakukannya, ini karena masalah popularitas,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi mengaku sudah banyak diingatkan, jika ia menerapkan kebijakan pengalihan subsidi BBM dari konsumtif ke produktif, maka popularitasnya akan jatuh. “Akan tetapi, saya sampaikan bahwa itu risiko sebuah keputusan,” katanya. (ais)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru