Saturday, March 28, 2020
Home > Berita > Rafly Kande dan Peggy Melati Sukma Pukau Diaspora Indonesia di Qatar

Rafly Kande dan Peggy Melati Sukma Pukau Diaspora Indonesia di Qatar

Musisi Aceh Rafli Kande pukau masyarakat Indonesia di Qatar. (bd)

MIMBAR-RAKYAT.com (Doha) – Musisi papan atas asal Aceh, Rafly Kande, dan pemain sinetron Peggy Melati Sukma, melakukan duet dalam konser amal guna menggalang dana bagi bencana gempa di Aceh di Kota AlKhor (60km dari kota Doha), pada 17-20 Februari 2017.

Acara konser merupakan kerjasama antara Masyarakat Serambi Mekah di Qatar (Masmeqar), KBRI Doha dan Persatuan masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa(Kegiatan ini juga memperoleh sponsor dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) beserta Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya yang mengalami bencana gempa pada 7 Desember 2016.

Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi, menyambut baik konser amal hasil   kolaborasi Masmeqar, KBRI Doha dan Permiqa yang bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Pijay.

Dubes Basri juga mengapresiasi kegiatan pengalangan dana untuk bencana yang dirangkai dengan   promosi seni budaya Indonesia dengan mengundang artis papan atas.

Antuasime komunitas diaspora Indonesia di Qatar untuk menyaksikan penampilan Rafly dan Peggy begitu tinggi.  Ini bisa dilihat dengan jumlah penonton yang hadir yang memadati gedung pertunjukan di Alkhor Community di AlKhor.

Tim Kesenian Rafly mengawali dengan lagu yang berjudul Anak Yatim dengan nada musik etnik kontemporer, menceritakan tentang banyaknya anak yatim piatu di Aceh akibat dampak bencana gempa.

Dilanjutkan dengan lagu Puleh yang berarti bangkit. Nada lagu yang khas dengan suara yang menghentak sungguh mengibur masyakatat. “Ini pertama kali saya ke Qatar, tujuannya untuk menyambung silaturrahmi dengan WNI khususnya masyarakat serambi Mekkah di Qatar,” ujar  Rafli.

Selanjutnya Peggy membawakan puisi yang menceritakan bencana Aceh. Penonton sangat menikmati penampilan kolaborasi Rafly dan Peggy dengan turut bernyanyi bersama. “Terima kasih Rafli yang telah membuat kami rindu akan Naggoroe Aceh Darussalam,” ujar Abdul Razak, salah satu tokoh Aceh di AlKhor.

Wakil Bupati Pidie Jaya dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah menjadikan malam pengumpulan dan sukses. Presiden ACT, N. Imam Akbari juga merasa terhormat karena dapat bekerjasama dalam malam amal di Qatar. Tokoh pendidikan asal Aceh, Prof Dr. Irwan Abdullah turut memotivasi WNI untuk solidaritas terhadap bencana gempa.

Sesi malam harinya dilanjutkan dengan malam pengumpulan dana yang dimotori Peggy Melati Sukma dan Nong Niken, salah satu pemenang Kontes Dangdut Indonesia dan pembawa acara Hijab Muslim pada TV MNC, turut menghibur sebagai pembawa Acara.

Penampilan Peggy  sangat menghibur penggemarnya. Peggy yang terkenal lewat sinetron Gerhana yang terkenal dengan ucapan “pusssing”, saat ini aktif terlibat penggalang dana untuk kegiatan kemanusiaan di berbagai kota di Indonesia dan di dunia.

Peggy Melati Sukma ikut menghibur masyarakat Indonesia di Qatar dalam rangka pengumpulan dana membantu korban gempa Aceh. (bd)
Peggy Melati Sukma ikut menghibur masyarakat Indonesia di Qatar dalam rangka pengumpulan dana membantu korban gempa Aceh. (bd)

Artis penuh talenta ini terkejut dengan animo masyarakat untuk membantu korban bencana.

“Rasa persaudaraan dan semangat untuk berbaginya terhadap korban bencana sungguh mengharukan,” ungkap artis yang serba bisa ini.

“Ada keiklasan yang kuat dari komunitas diaspora” imbuh Peggi. Ditambahkannya, dari kegiatan amal yang dilakukan  27 negara di dunia, donasi WNI di Qatar yang terkumpul di Qatar merupakan tertinggi. Diikuti oleh WNI di Jerman, Hongkong dan AS.

Selain Rafly Kande dan Peggy, Ustadz kondang Yusuf Mansyur memberikan tauziyah yang bertujuan untuk mengajak komunitas diaspora menggalang dana untuk pembangunan kembali Aceh.

“Konser amal dilakukan selama empat hari di berbagai tempat di kota Alkhor, Wakrah dan Doha dari tanggal 17-20 Februari 2017,” kata Ketua Panitia Pelaksana, Hermansyah.

Menurut Menurut Said Malawi, Bendaharawan Masmeqar, dipilihnya kompleks Al-Khor Community (AKC), Alkhor,  karena terdapat komunitas diaspora Indonesia terbesar di dunia dengan sekitar 1500 WNI.

Menurut Pejabat KBRI Doha, Boy Dharmawan,  antusiame komunitas diaspora Indonesia memberi bantuan terhadap bencana yang terjadi di Indonesia merupakan bukti tingginya rasa solidaritas dan kepedulian WNI di Qatar.

“Untuk penampilan perdana di Alkhor panitia sudah terkumpul sekitar Rp450 juta,” kata pejabat yang bergelar Minister Counsellor itu.  (bd/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru