Tuesday, October 22, 2019
Home > Berita > PWI himpun dana kemanusiaan untuk Rohingya

PWI himpun dana kemanusiaan untuk Rohingya

Sebagian masyarakat Rohingya kelaparan dan dicekam ketakutan luar biasa. (okezone)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai salah satu organisasi kewartawan di negara ini menyatakan amat prihatin dan ikut peduli terhadap nasib masyarakat Rohingya yang kini sangat teraniaya, sehingga memutuskan turut memberikan bantuan.

“Sebagai wujud konkretnya dan menyatakan rasa peduli kepada saudara kita etnis Rohingya di Myanmar, pengurus PWI Pusat memutuskan mengumpulkan dana dalam salah satu  rapat pleno,” kata Marah Sakti Siregar, pengurus PWI Pusat, di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, pengumpulan dana kemanusiaan itu merupakan salah satu butir hasil rapat pleno PWI Pusat awal minggu ini, bahkan peserta rapat secara spontan sudah langsung menyerahkan sumbangan mereka, dihimpun bendahara umum PWI Pusat Moh. Ihsan.

Sekjen PWI Pusat Hendry Ch Bangun  pun mengharapkan para anggota PWI di seluruh Indonesia, serta masyarakat umum, tersentuh hatinya untuk turut menyumbangkan sebagian dari rejeki mereka untuk disumbangkan kepada masyarakat Rohingya.

Sumbangan dari para anggota PWI se-Indonesia – maupun dari masyarakat umum – dapat ditransfer langsung ke rekening PWI Pusat, Bank Mandiri Cabang Sabang, Jakarta, dengan nomor 103 0001063003.

Marah menambahkan, bagi setiap penyumbang agar menambahkan Rp25.- pada setiap dana transfer, misalnya, bila menyumbang Rp500.000,- maka agar dicantumkan Rp500.025. Ini untuk memudahkan bendahara dan atau kasir PWI menandai dan membedakan uang sumbangan Rohingya dengan saldo kas PWI, kata Marah.

Ia menambahkan, ajakan berbagi dan Perduli Rohingya itu berlangsung selama dua mingggu setelah rapat pleno Pengurus PWI Pusat pada 5 September 2017 dan kemudian akan diserahkan pada institusi sosial Perduli Rohingya yang kredibel.

Berbagai reaksi.

Berbagai reaksi masyarakat timbul akibat tragedy kemanusiaan yang terjadi pada kaum etnis Rohingya.

Di antaranya, anggota kepolisian memasukkan uang donasi pada kegiatan sosial penggalangan dana peduli Rohingya di Polresta, Solo, Jawa Tengah, Kamis (7/9/2017).

Aksi penggalangan dana secara sukarela tersebut selanjutnya akan disalurkan melalui penyelenggara donasi untuk membantu warga Rohingya di Myanmar.

Kemudian, sekitar 30 aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumenep, Jawa Timur, Kamis, menggelar aksi peduli dan keprihatinan bagi korban kebiadaban yang dilakukan Junta Militer Myanmar terhadap etnis Rohingya.

Mereka berjalan kaki dari Sekretariat HMI Sumenep di Jalan KH Sajjad ke depan Masjid Agung di Jalan Trunojoyo yang menjadi lokasi aksi, dengan kawalan polisi setempat.

“Ini persoalan dan tragedi kemanusiaan. Siapa pun orangnya wajib peduli terhadap kebiadaban yang menimpa etnis Rohingya. Jangan biarkan kesewenang-wenangan atas nama apa pun terjadi di muka bumi ini,” kata orator aksi, Nouval, di Sumenep.

Di Bandung, Walikota Ridwan Kamil menggalang donasi besar-besaran untuk memberikan bantuan materi pada Rohingya.

Donasi dikumpulkan secara online melalui laman kitabisa.com dan antusias masyarakat cukup tinggi. Dalam waktu sehari, donasi yang terkumpul mencapai lebih dari 100 juta.

Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) prihatin dan mengutuk keras atas tragedi yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar. Sebagai tindak lanjut atas krisis yang menimpa etnis Rohingya, PKS menggalang dana kemanusiaan dan membentuk crisis center.

“Kami sudah meminta kepada kader-kader PKS. Bukan hanya sebatas pejabat publik, melainkan semuanya. Baik pejabat publik maupun kader biasa. Sifatnya sukarela,” ujar Presiden PKS Sohibul Iman dalam keterangan tertulisnya.

Sedangkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menginisiasi penggalangan dana yang akan disumbangkan bagi warga muslim Rohingya. Bantuan tersebut sudah mencapai Rp200 juta yang siap dititipkan ke PMI pusat untuk segera didistribusikan.

“Hari ini, kita kumpulkan bantuan dari kalangan ASN dan kepala desa. Targetnya terkumpul Rp200 juta,” ujar Dedi.

Dedi mengatakan, bantuan untuk warga Rohingya itu berbentuk uang, bukan berupa logistik maupun obat-obatan. “Uang lebih praktis, bisa ditukar dengan mata uang setempat ataupun dolar. Supaya, bisa dipergunakan oleh warga Rohingya. Kalau sudah terkumpul Rp 200 juta, langsung kami transfer ke rekening PMI pusat,” ujarnya.

Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Khairat, Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar doa bersama untuk Umat Muslim Rohingya usai melakukan penggalangan dana, Rabu (6/9/2017).

“Kami hanya dapat membantu dari segi doa saja, semoga umat muslim di Rohingya sabar, selain itu kami lakukan penggalangan dana,” kata Nur Hidayat, Ketua Dema STAI Al-Khairat.   (An/Kb/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru