Monday, October 21, 2019
Home > Berita > Putin Meradang, Rusia Intensifkan Serangan ke Suriah

Putin Meradang, Rusia Intensifkan Serangan ke Suriah

MIMBAR-RAKYAT.com (Moskow) – Presiden Rusia Vladimir Putin meradang dan memproklamirkan mengintensifkan serangan udara terhadap pejuang Islam di Suriah. Tetapi ini tidak ada kaitannya dengan serangan yang terjadii di sejumlah tempat di Paris, Perancis.

Kemarahan Putin berkaitan dengan meledakkan sebuah pesawat Rusia di atas udara Mesir yang diduga akibat ledakan bom teroris. Dia berjanji memburu mereka yang bertanggung jawab atas meledaknya sebuah pesawat komersial Rusia, bulan lalu, hingga menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat, 224 orang.

Televisi Perancis, France 24, melaporkan, setelah Kremlin menyimpulkan bom telah menghancurkan pesawat milik Rusia itu maka Putin mengancam akan mengintensifkan serangan udara terhadap kelompok pejuang Islam di Suriah (IS/ISIS).

“Kita akan menemukan mereka di mana saja di planet ini dan menghukum mereka,” kata Putin pada pertemuan Kremlin yang disiarkan Selasa (17/11-2015). Kemudian . FSB layanan keamanan cepat mengumumkan hadiah 50 juta dolar untuk menangkap si pembom.

Rusia sebelumnya mengecilkan pernyataan dari sejumlah negara Barat bahwa kecelakaan pesawat 31 Oktober lalu itu adalah karya teroris, dengan alasan memberi kesempatan kepada penyelidikan resmi.

Namun empat hari setelah kelompok bersenjata dan pembom menewaskan sedikitnya 129 orang di Paris, Alexander Bortnikov, kepala dinas keamanan Rusia FSB, mengatakan pihaknya Senin lalu menggelar pertemuan larut malam terklait temuan bahwa jejak bahan peledak buatan luar negeri telah ditemukan di fragmen pesawat yang jatuh.

“Menurut analisis spesialis kami, bom rakitan yang mengandung hingga 1 kilogram TNT diledakkan saat penerbangan, menyebabkan pesawat meledak dan membuat pesawat pecah dengan bagian badan pesawat yang tersebar di jarak yang luas seperti itu,” kata Bortnikov melalui rekaman yang dirilis oleh Kremlin.

“Kami tegas dapat mengatakan itu adalah aksi teroris,” katanya, seperti dikutip France 24 dari kantor berita Reuters,
Pemerintah Mesir, Selasa (17/11) dikabarkan, telah menahan dua karyawan di Sharm al-Sheikh untuk ditanyai sehubungan dengan jatuhnya pesawat Rusia tersebut.

“Tujuh belas orang ditahan, dua dari mereka yang diduga membantu siapa pun yang menanam bom di pesawat di bandara Sharm al-Sheikh,” kata salah satu pejabat keamanan yang menolak disebutkan namanya.

Airbus A321, yang dioperasikan oleh Metrojet, terbang dari Sharm al-Sheikh di Mesir menuju St Petersburg ketika meledak di Semenanjung Sinai. Sebuah kelompok yang berafiliasi dengan pejuang Negara Islam (ISIS) mengaku bertanggung jawab.

Sebuah sumber terpercaya di pemerintah Prancis mengatakan, Rusia telah meluncurkan serangan udara terhadap kubu Negara Islam Raqqa di Suriah utara, Selasa (17/11). Rusia menjadi lebih peduli tentang ancaman yang ditimbulkan oleh IS.***Janet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru