Saturday, August 08, 2020
Home > Berita > Putin dan Erdogan Sepakat Dorong Hentikan Konflik Suriah

Putin dan Erdogan Sepakat Dorong Hentikan Konflik Suriah

Erdogan (kiri) dan Putin dalam pertemuan bilateral di Moskow, Rusia, Jumat (10/3). (Foto:Reuters/Al Jazeera)

Erdogan (kiri) dan Putin dalam pertemuan bilateral di Moskow, Rusia, Jumat (10/3). (Foto:Reuters/Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Moskow) – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sepakat mendorong terjadinya penghentian konflik di Suriah. Putin dan Erdogan berjanji membantu mengakhiri perang Suriah dan kedua pihak yakin kesepakatan damai di Suriah dapat tercapai.

Dalam pembicarakan antara kedua pemimpin itu, di Moskow, Rusia, Jumat (10/3) atau Sabtu (WIB), Putin dan Erdogan optimis prospek kesepakatan mengakhiri konflik Suriah dapat tercapai. Hubungan Turki dan Rusia sempat renggang akibat perang di Suriah.

Hubungan Moskow dan Ankara memburuk setelah Turki menembak jatuh jet tempur Rusia yang diduga melanggar perbatasan Turki, tahun 2015. Peristiwa itu menjadikan hubungan kedua negara di ambang konflik militer.

Rusia mengirim militer aktif ke Suriah, mendukung pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sementara Turki mendukung kelompok anti-Assad. Agustus tahun lalu Turki melancarkan operasi militer untuk menciptakan zona aman di sepanjang perbatasan dengan Suriah.

Sebuah serangan udara Rusia bulan lalu menewaskan tiga tentara Turki, tapi insiden itu tidak menggagalkan upaya koordinasi militer antara kedua negara. Sebelumnya Duta Besar Rusia untuk Turki tewas dalam sebuah peristiwa di Ankara, bulan Desember.

Rusia dan Turki, berada di sisi berlawanan dalam perang Suriah, sempat ditengahi gencatan senjata pada Desember 2016 dan membantu mengurangi skala pertempuran antara kubu Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan pihak penetangnya.

“Karena tindakan aktif dari Turki dan Rusia kami berhasil membuat pasukan untuk saling menjaga, dan karena upaya bersama (pula) kami, gencatan senjata Suriah terus berlanjut,” kata Putin, dalam pertemuan pers, Jumat lalu, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Sementara Erdogan memuji persahabatan kedua negara. Dia yakin perbedaan yang ada akan teratasi. Dia meminta Rusia menghentikan semua sanksi yang dikenakan pada Turki, menyusul ditembak jatuhnya sebuah pesawat Rusia tahun 2015. Erdogan ingin sanksi ekonomi dicabut sepenuhnya.

Terkait Suriah, Turki dan Rusia memiliki perbedaan yang mendalam. Keduanya berbeda soal Assad yang masih berkuasa. Bagi Turki, para pejuang Kurdi yang beroperasi di sepanjang perbatasan Turki di Suriah hanya sebagai pemberontak sebagai ISIL, tapi untuk Rusia, Kurdi adalah mitra yang bisa diterima untuk bekerjasama.***( janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru