Monday, September 16, 2019
Home > Berita > Presiden: Teror Bom Tak Terkait Agama Apapun

Presiden: Teror Bom Tak Terkait Agama Apapun

Presiden Jokowi kunjungi lokasi pengeboman gereja di Surabaya. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Surabaya) – Presiden Jokowi mengunjungi lokasi ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). Dia menegaskan, tindakan itu tak ada kaitanya dengan agama apapun.

Presiden mengatakan, hari ini telah terjadi aksi teror di tiga lokasi di Surabaya. “Sungguh biadab dan dan di luar batas kemanusiaan,” ujarnya didampingi Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI, Kepalan BIN, Menteri Agama, Mensesneg, dan Gubernur Jatim.

“Korbannya anggota masyarakat, anggota kepolisian dan anak-anak tak berdosa. Termasuk pelaku yang menggunakan dua anak berumur kurang lebih 10 tahun yang digunakan pelaku bom bunuh diri,” katanya.

Ditegaskan, teroris adalah kejahatan kemanusiaan dan tak ada kaitannya dengan agama apapun. “semua agama menolak terorisme apapun alasannya,” tegasnya.

Jokowi kemudian menggambarkan betapa dalam rasa duka cita atas jatuhnya korban akibat ledakan di Surabaya. Dia sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan pelaku. “Bongkar jaringan sampai ke akarnya,” katanya.

Jokowi menyebut aksi teror itu sebagai tindakan pengecut. “Aparat tak akan membiarkan tindakan pengecut semacam ini,” ujarnya.

Dia kemudian mengajak semua anggota masyarakat bersama memerangi terorisme, memerangi radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, nilai-nilau luhur sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebinekaan.

Dia juga mengimbau seluruh rakyat agar tetap tenang, menjaga persatuan dan waspada. “Hanya dengan upaya bersama seluruh bangsa terorisme dapat kita berantas kita harus bersatu melawan terorisme,” katanya.

Presiden kemudian mengajak berdoa untuk korban meninggal dunia agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Juga, kepada keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan. Kepada korban luka, dia mengatakan negara menjamin biaya pengobatan dan perawatan.

Bom meledak di tiga gereja, yaitu Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Pantekosta dan GKI Jalan Diponegoro. Akibat ledakan itu, 11 orang tewas dan 40 lainnya luka. (n/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru