Tuesday, November 12, 2019
Home > Berita > Presiden Jokowi Serukan Dunia Tingkatkan Persaudaraan Islam, Berantas Radikalisme dan Terorisme

Presiden Jokowi Serukan Dunia Tingkatkan Persaudaraan Islam, Berantas Radikalisme dan Terorisme

Presiden Jokowi foto bersama peserta KTT Arab Islam Amerika termasuk Donald Trump. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Arab Saudi) – Presiden Jokowi menyerukan umat Islam se dunia bersatu meningkatkan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam).

“Persatuan umat Islam merupakan kunci untuk keberhasilan memberantas terorisme, janganlah energi kita habis untuk saling bermusuhan,” ujar Presiden.

‪Hal itu disampaikan Jokowi ketika berbicara di Arab Islamic America Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam Amerika di Conference Hall King Abdulaziz Convention Center, Riyadh Arab Saudi, Minggu (21/5) malam.

Presiden menilai kerja sama pemberantasan radikalisme dan terorisme harus ditingkatkan, termasuk: Pertukaran informasi intelijen; pertukaran penanganan FTF (Foreign Terrorist Fighters), peningkatan kapasitas.

‪“Semua sumber pendanaan harus dihentikan kita semua tahu banyaknya dana yang mengalir sampai ke akar rumput di banyak negara dalam rangka penyebaran ideologi ekstrem dan radikal. Semua aliran dana harus dihentikan,” tutur Presiden.

‪Jokowi menegaskan upaya menyelesaikan akar masalah harus ditingkatkan, ketimpangan dan ketidakadilan harus diakhiri; pemberdayaan ekonomi yang inklusif harus diperkuat

‪“Terakhir, saya berharap bahwa setiap dari kita harus berani menjadi “part of solution” dan bukan “part of problem” dari upaya pemberantasan terorisme. Setiap dari kita harus dapat menjadi bagian upaya penciptaan perdamaian dunia,” ujar Jokowi.

Presiden mengatakan Indonesia meyakini pentingnya menyeimbangkan pendekatan hard-power dengan pendekatan soft-power. Selain pendekatan hard-power, Indonesia juga mengutamakan pendekatan soft-power melalui pendekatan agama dan budaya.

‪“Untuk program deradikalisasi, misalnya, otoritas Indonesia melibatkan masyarakat, keluarga, termasuk keluarga mantan narapidana terorisme yang sudah sadar; dan organisasi masyarakat,” kata Presiden.

‪Untuk kontra radikalisasi, lanjut Presiden, antara lain kita merekrut para netizen muda dengan follower yang banyak untuk menyebarkan pesan-pesan damai.

‪“Kita juga melibatkan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk terus mensyiarkan Islam yang damai dan toleran,” tutur Presiden.

‪Pesan-pesan damailah yang harus diperbanyak bukan pesan-pesan kekerasan. Setiap kekerasan akan melahirkan kekerasan baru.

‪Presiden mengatakan bahwa pertemuan ini memiliki makna yang penting untuk mengirimkan pesan kemitraan dunia Islam dengan Amerika Serikat dan menghilangkan persepsi bahwa Amerika Serikat melihat Islam sebagai musuh. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru