Thursday, November 21, 2019
Home > Berita > Presiden Jokowi Prihatin Terjadinya Bom di Madinah

Presiden Jokowi Prihatin Terjadinya Bom di Madinah

Bom bunuh diri meledak di Madinah.

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Presiden Joko Widodo menyampaikan keprihatinan atas serangan bom bunuh diri yang terjadi di Madinah dan menilai hal itu tidak dapat ditolerir.

“Atas nama rakyat Indonesia saya menyampaikan rasa duka dan yang sangat mendalam bagi para korban keluarga dan kepada pemerintah kerajaan Saudi Arabia,” kata Presiden Jokowi di sela-sela kunjungannya di Padang, Selasa.

Kepala Negara mengatakan aksi kekerasan dalam bentuk apapun sangat ditentang oleh Indonesia. “Sekali lagi kita menentang aksi kekerasan atas nama apapun tidak dibenarkan,” kata Presiden.

Presiden mencatat ada sejumlah serangan dan aksi kekerasan seperti yang terjadi di Turki, Bangladesh, Baghdad dan kemudian Madinah.

Atas sejumlah serangan itu, Presiden menilai tindakan tersebut tidak dapat ditolerir, demikian disiarkan media di Jakarta termasuk dilansir antaranews.

Sementara itu mengenai serangan bunuh diri di Mapolresta Solo, Presiden mengatakan masih menunggu laporan lengkap atas peristiwa tersebut.

Konsuler Konjen RI di Jeddah, Fadhly Ahmad, mengatakan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan bom di Jeddah, Madinah, dan Qatib, Arab Saudi.

“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada,” kata Fadhly di Jeddah, di Jakarta, Selasa.

Ia membenarkan ada tiga ledakan bom bunuh diri di tiga kota di Arab Saudi, yaitu di dekat konsulat Amerika Serikat di Jeddah, tepatnya kurang lebih 500 meter dari pintu utama sebelah barat Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjid Faraj Al Omran di Qatib.

Fadhly mengatakan sejak awal Ramadhan sekitar 100 ribu WNI sedang menjalankan umroh ke Mekkah, serta ziarah dan beribadah di Masjid Nabawi, Madinah.

“Mereka kebanyakan memanfaatkan 10 hari terakhir Ramadhan sekaligus Shalat Idul Fitri di masjid dua kota suci, Mekkah dan Madinah,” katanya.

Tahun ini, menurut Fadhly, Jumlah jamaah umroh tahun ini tidak sebanyak bulan puasa tahun lalu. “Saya tidak tahu persisnya kenapa,” katanya.

Sementara itu, WNI yang sedang beribadah di Masjid Nabawi, Lia Zahra, mengaku tidak mengetahui ada bom bunuh diri tidak jauh dari masjid yang dibangun pertama kali oleh Nabi Muhammad SAW itu.

“Pantesan tadi pas buka puasa ada bum (ledakan) dua kali, tapi saya pikir meriam,” ujar public relation PT Toyota Astra Motor itu dengan menambahkan, suasana di Masjid Nabawi berjalan seperti biasa, jamaah tetap melakukan tarawih.  (AN/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru