Tuesday, September 24, 2019
Home > Berita > Presiden Jokowi Perintahkan Segera Atasi Banjir Garut, Sudah 20 Orang Tewas

Presiden Jokowi Perintahkan Segera Atasi Banjir Garut, Sudah 20 Orang Tewas

Akibat banjir Garut. (cnnindonesia)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Hingga Rabu petang, sudah 20 orang korban musibah banjir bandang di Garut dan Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk mengatasi musibah banjir dan longsor yang juga terjadi di Sumedang, Jawa Barat (Jabar).

Staf Khusus Presiden, Johan Budi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa Presiden Jokowi sudah mendapat laporan tentang bencana atau musibah banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Garut dan Sumedang.

“Tadi baru saja juga beliau memerintahkan Mensos untuk hadir di sana melihat secara langsung dan melakukan upaya-upaya yang perlu diatasi segera dari musibah yang terjadi di Garut dan Sumedang,” kata Johan Budi.

Presiden juga menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap korban yang meninggal akibat bencana alam di Garut dan Sumedang.

Presiden mendapatkan laporan yang rinci mengenai jumlah korban yang meninggal, termasuk lokasi musibah longsor untuk segera ditangani, terutama menugasi Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek.

Presiden juga meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono untuk melakukan tindak lanjut dan koordinasi mengatasi jalan-jalan dan fasilitas umum yang rusak.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, data korban tewas akibat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, hingga Rabu sore sebanyak 20 orang.

“Saya dapat “update” (data terakhir korban tewas) ada 17 orang di Garut dan tiga di Sumedang. Itu data yang saya dapat,” kata Khofifah usai mengikuti Rapat Terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Rabu.

Mensos mengaku ia ditanya Presdiden Joko Widodo terkait bencana banjir dan longsor. “Habis Ratas saya akan langsung ke Garut, kemudian ke Sumedang,” kata Khofifah. Mensos menyatakan akan langsung mengecek penanganan korban secara langsung dan memberikan bantuan pemerintah terhadap keluarga korban tewas.

Akibat banjir Garut. (Yat.R)
Akibat banjir Garut. (Yat.R)

“Kita memberikan bantuan kematian dari pemerintah untuk mereka yang telah diidentifikasi, baik di Garut maupun di Sumedang,” kata Khofifah seperti dilansir antaranews.

Mensos menyebut bantuan kematian itu senilai Rp15 juta setiap korban sebagai bagian dari rasa duka cita bagi keluarga korban tewas. Khofifah juga menyatakan kedatangannya akan bertemu dengan para korban yang mengungsi di tempat-tempat pengungsian guna mengetahui apa sudah ditangani dengan layak.

“Di pengungsian, saya akan cek tim dapur umum, prinsipnya jangan sampai ada yang tidak terpenuhi,” jelas Menteri dengan menambahkan, tim khusus yang menangani trauma sudah diberangkatkan.

Terkait bantuan perbaikan rumah bagi korban banjir dan longsor, Khofifah menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Saya sudah komunikasikan dengan Kemenpupera. Sudah kirim tim juga, sudah koordinasi dan dirjennya sudah ke lapangan, pasti akan dilakukan identifikasi,” katanya.

Khofifah menatakan berdasarkan pengalaman di daerah lain yang mengalami bencana longsor, kecenderungannya akan dicarikan relokasi terdekat.

“Selebihnya saya akan koordinasi dulu dengan pemda Garut dan Sumedang,” kata Khofifah

Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bencana banjir dan longsor di Garut dan Sumedang akibat hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang, ditambah tingginya tingkat kerentanan.

Banjir bandang itu menerjang daerah Bayongbong, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut pada Rabu, pukul 01.00 WIB.

Meluapnya Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri secara cepat, kata dia, menyebabkan banjir bandang hingga ketinggian 1,5-2 meter.  Sementara itu, dalam waktu yang hampir bersamaan terjadi longsor di Desa Cimareme, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat pada Selasa (20/9) pukul 22.00 WIB.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan meninjau lokasi yang terkena dampak bencana banjir bandang di kawasan perkotaan Kabupaten Garut, Rabu.

Gubernur bersama Pangdam Siliwangi Mayjen Hadi Prasojo, didampingi Bupati Garut Rudy Gunawan dan unsur pimpinan daerah lainnya melihat langsung kondisi pasca banjir yang terjadi, Selasa (20/9) malam.

Gubernur menyampaikan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan penanggulangan para korban banjir dan menyelesaikan proses evakuasi warga.

“Segera berikan bantuan bagi korban,” katanya dengan menambahkan, pihaknya secepatnya akan mencari penyebab dasar bencana banjir tersebut.  (AN/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru