Friday, October 18, 2019
Home > Global > Presiden Jokowi: PBB Tidak Berdaya Perlu Reformasi

Presiden Jokowi: PBB Tidak Berdaya Perlu Reformasi

Presiden Jokowi bersama delegasi KAA

Presiden Jokowi bersama delegasi KAA

MIMBAR-RAKYAT.com -(Jakarta) – Presiden Joko Widodo mengkritik ketidakberdayaan PBB menghadapi konflik global dan tidak mampu mengatasi aksi kekerasan di sejumlah negara termasuk Palestina. “PBB tidak berdaya perlu Reformasi”.

Ia mengajak seluruh negara di Asia Afrika mendukung penguatan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Jokowi mengatakan bangsa Asia dan Afrika seharusnya mendesak reformasi dalam tubuh PBB agar berfungsi optimal dalam mengatasi ketidakseimbangan global dan kekerasan global yang kini marak terjadi. “Kita bangsa Asia Afrika mendesak reformasi PBB agar berfungsi optimal bagi semua bangsa,” katanya.

PBB Tidak Berdaya Perlu Reformasi

Presiden Joko Widodo mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari peserta sidang Konferensi Asia Afrika 2015 ketika menyampaikan pidato pembukanya, Rabu (22/4/2015), di Jakarta. Dalam pidatonya, Jokowi mengkritik ketidakberdayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menghadapi ketimpangan global.

Jokowi mengajak peserta Konprensi melihat kondisi dunia saat ini yang masih sarat dengan ketidakadilan dan kesenjangan. Negara Asia Afrika saat ini juga masih bergulat dengan kesejahteraan dan kemakmuran.

Di sisi lain, negara-negara kaya jumlahnya hanya sekitar 20 persen dari penduduk dunia. Penduduk paling besar justru berada di kawasan Asia Afrika, tetapi dengan kondisi penduduknya yang berada dalam kemiskinan.

Hadir dalam pembukaan sidang KAA kali ini adalah 21 kepala negara dan kepala pemerintahan. Mereka di antaranya Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Kamboja Hun Sen, Raja Swaziland Mswati III, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, dan Raja Jordania Abdullah II.

Jokowi menyoroti semakin jelasnya gap yang terjadi antara negara berkembang dan negara miskin di dunia.”Ratusan orang di belahan bumi Utara kaya raya sementara 1,6 miliar orang di Selatan kelaparan,” kata Jokowi saat menyampaikan pidato pembukaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta Convention Center, Rabu, 22 April 2015.

Bangsa Asia dan Afrika seharusnya mendesak terjadinya reformasi dalam tubuh PBB agar bisa berfungsi optimal dalam mengatasi ketidakseimbangan global dan kekerasan global yang kini marak terjadi. “Kita bangsa Asia Afrika mendesak reformasi PBB agar berfungsi optimal bagi semua bangsa,” katanya.

Semangat perjuangan

Jokowi menyebutkan, pada 60 tahun lalu solidaritas Asia dan Afrika sudah mengumandangkan perjuangan dan kemerdekaan serta menciptakan kesejahteraan dan keadilan. Kini, Jokowi menyebutkan negara Asia-Afrika dihadapkan pada situasi dunia yang berbeda.Dunia yang terjadi sekarang sarat dengan ketidakadilan, kesenjangan, dan kekerasan global.

Sidang KAA 2015 ini berlangsung hingga Kamis (23/4/2015). Sidang tingkat pemimpin negara itu  merumuskan keputusan dari hasil sidang-sidang yang dilakukan sebelumnya di level menteri dan kamar dagang.(ais)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru