Friday, December 13, 2019
Home > Berita > Presiden Jokowi berterima kasih kepada TNI

Presiden Jokowi berterima kasih kepada TNI

Presiden Jokowi dan anggota TNI paa peringatan HUT TNI ke-72 di Cilegon, Kamis. (detik)

MIMBAR-RAKYAT.com (Cilegon, Banten) – Presiden Joko Widodo mengapresiasi semangat pengabdian TNI kepada bangsa dan negara serta menyampaikan terima kasih kepada para prajurit atas komitmen, profesionalisme dan dedikasi mereka.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas profesionalisme TNI yang terus meningkat, terima kasih yang sebesar-besarnya atas komitmen seluruh jajaran TNI dalam memegang teguh Sumpah Prajurit, terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi para prajurit dalam menjalankan tugas-tugas berat yang penuh risiko,” kata Presiden.

Kepala Negara mengungkapkan hal itu dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Provinsi Banten, Kamis.

Jokowi menambahkan, sebagaimana pesan Jenderal Soedirman, politik TNI adalah mengutamakan negara, dan loyalitas tentara untuk kepentingan bangsa.

Loyalitas bagi kepentingan bangsa dan negara berarti kesetiaan memperjuangkan kepentingan rakyat, menjaga kesatuan NKRI dan setia kepada pemerintahan yang sah.

Presiden, yang menghadiri perayaan HUT TNI di Dermaga Indah Kiat Cilegon bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, seperti dilansir antaranews, harus berjalan kaki menuju tempat acara karena banyaknya warga yang menyaksikan acara itu.

Presiden tiba di mimbar kehormatan sekitar pukul 08.30 WIB setelah berjalan kaki sekitar dua kilometer menuju tempat acara peringatan yang bertema “Bersama Rakyat TNI Kuat”.

Acara peringatan itu dimeriahkan dengan drama, parade alat pertahanan, simulasi pertempuran udara, simulasi operasi penanganan terorisme, serta unjuk kebolehan prajurit.

Peringatan itu dimeriahkan dengan pula  dengan pertunjukan drama kolosal, dimana cucu Jenderal Besar Soedirman, Danang Priambodo Soedirman, berperan sebagai kakeknya dalam pagelaran drama kolosal itu.

Dalam drama itu, Danang berperan sebagai Jenderal Soedirman saat bergerilya melawan Belanda di Yogyakarta pada pertengahan Desember 1948, ketika Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki kota.

Saat pemimpin-pemimpin politik berlindung di Keraton Sultan, Soedirman bersama sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya.

(An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru