Thursday, March 21, 2019
Home > Berita > Presiden Jokowi: Atlet Indonesia tidak boleh patah arang

Presiden Jokowi: Atlet Indonesia tidak boleh patah arang

Menpora laporkan kepada Presiden Jokowi mengenai SEA Games hingga Rabu. (cnnindonesia)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menghadap Presiden Joko Widodo untuk melaporkan perkembangan keikutsertaan Indonesia di SEA Games 2017 di Malaysia dan presiden mengatakan atlet Indonesia harus bersemangat dan tidak boleh patah arang.

“Saya lapor update prestasi kita di SEA Games hingga sore ini ketika kita berada di peringkat kelima dengan perolehan 14 medali emas,” kata Nahrawi usai menghadap Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Nahrawi mengungkapkan Presiden terus memberi suport dan semangat kepada atlet Indonesia agar tidak boleh patah arang dan tetap berusaha sebaik mungkin menjadi yang terbaik. “Atlet Indonesia harus berusaha menjadi yang terbaik dan jangan sampai patah arang,” kata Jokowi seperti diungkapkan Menpora.

“Presiden juga memberi saran agar mendali itu harus diraih secara fair, sportif, jujur dan penuh semangat untuk Merah Putih,” katanya seperti dilansir antaranews.

Nahrawi mengakui,  prestasi yang dicapai saat ini ada yang belum tercapai target, tetapi juga ada cabang atau atlet yang tidak ditarget justru meraih mendali emas.

Kedua, lanjut Nahrawi, ia juga melaporkan insiden bendera Merah Putih di buku panduan tamu VIP yang terbalik dan pemerintah Malaysia sudah menyatakan minta maaf.

“Saya sampaikan kepada Presiden bahwa ada itikad baik dari pemerintah Malaysia, permohonan maaf yang langsung disampaikan menteri pemudanya maupun menlunya,” katanya.

Itikad baik itu juga sekaligus melakukan perubahan dengan mencetak kembali buku panduan tersebut sehingga tidak terjadi kesalahan lagi.

“Sudah di cek semua, sudah diganti dan beliau (Presiden) mangut-mangut. Yang pasti saya laporkan, surat dari Menpora Malaysia dan Menlu Malaysia, dan beliau senyum,” ungkap Nahrawi.

Terkait beberapa kecurangan yang dialami oleh beberapa atlet Indonesia, Nahrawi mengakui ada beberapa kejadian seperti “walk out”nya tim sepak takraw putri Indonesia, kartu kuning terhadap pemain sepakbola Ivan Dimas serta kejadian lainnya.

Menpora mengakui kejadian tim putri sepak takraw sempat viral media sosial dan dirinya sempat merekam karena hadir di sana.

“Memang dari awal sudah ada intimidasi yang sistemik dari wasit belum apa-apa sudah fault, dan sudah tiga kali dan protes tidak dihiraukan,” ungkapnya.

Nahrawi berharap harus ada pembenahan terkait perwasitan SEA Games agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Boleh menang tapi harus dengan cara halus karena kalau kasar akan keliahatan,” katanya.

Menpora juga berharap kejadian SEA Games Malaysia ini juga menjadi bahan evaluasi buat Indonesia yang tahun depan akan menjadi penyelenggara Asian Games di Jakarta dan Sumatera Selatan.  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru