Friday, December 06, 2019
Home > Berita > Prancis Minta Rusia dan Iran Pastikan Perdamaian di Suriah

Prancis Minta Rusia dan Iran Pastikan Perdamaian di Suriah

Korban bom di Damaskus. (Foto: AFP)

Korban bom di Damaskus. (Foto: AFP)

Mimbar-Rakyat.com (Paris) – Kementerian Luar Negeri Perancis mengutuk pemboman mematikan di Damaskus, Suriah, dan meminta pihak-pihak yang bersepakakt adanya gencatan senjata, terutama Rusia dan Iran, untuk memastikan gencatan senjata di Suriah sepenuhnya dihormati.

“… mendesak untuk memastikan bahwa gencatan senjata dihormati di Suriah,” kata salah satu sumber di Kementerian Luar Negeri Perancis, dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan Arab News, Senin (13/3).

“Prancis menyerukan penjamin gencatan senjata, terutama Rusia dan Iran, yang akan bertemu di Astana pekan depan, untuk menekan pihak untuk memastikan bahwa gencatan senjata sepenuhnya (harus) dihormati.” Pertemuan Astana akan berlangsung 14-15 Maret 2017.

Dua pemboman beruntun terjadi Sabtu lalu. Serangan itu diklaim pihak afiliasi Ex-Al-Qaeda Fateh Al-Sham adalah tindakan mereka. “Pada hari Sabtu … serangan kembar dilakukan oleh dua pahlawan Islam … di pusat ibukota Damaskus, menewaskan dan melukai puluhan,” katanya dalam pernyataan itu.

Jumlah korban tewas akibat serangan bom Damaskus, Sabtu lalu itu, telah mencapai 74 orang. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Minggu (12/3), di antara korban adalah 43 Irak yang datang ke ibukota Suriah untuk mengunjungi tempat-tempat keagamaan mereka di Damaskus yang dikenal sebagai Old City.

Sebanyak 11 pengamat dan delapan anak termasuk di antara mereka yang tewas, serta 20 anggota pasukan keamanan pro-pemerintah. Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman kepada AFP menyebutkan, seorang pembom bunuh diri meledakan diri saat sebuah bus yang membawa peziarah bergerak di daerah Kota Tua Bab Al-Saghir.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru