Sunday, November 17, 2019
Home > Berita > Pos Lintas Batas Negara Termewah, Diresmikan Presiden Jokowi di Aruk, Sambas

Pos Lintas Batas Negara Termewah, Diresmikan Presiden Jokowi di Aruk, Sambas

Presiden Jokowi saat meresmikan PLBN termewah di Aruk, Kalbar. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Sambas) – Dari empat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang sudah diresmikan Presiden Jokowi, PLBN Aruk, di Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat di dekat perbatasan RI-Malaysia, merupakan termegah dan mewah.

“PLBN ini bangunan termewah dan harus bangga karena tak kalah dengan negara tetangga,” kata Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis saat mendampingi Presiden meresmikan PLBN Aruk, Jumat (17/3).

Menurut dia, daerah itu merupakan beranda terdepan di Indonesia. Masyarakat Aruk diminta manfaatkan fasilitas tersebut. Di sebelah PLBN, merupakan kampung Dayak dengan budaya dan bahasa yang sama dengan masyarakat Dayak di Kalbar.

“Kami hidup berdampingan dengan adat dan budaya yang sama,” tuturnya.

Presiden Jokowi juga mengakui, PLBN Aruk merupakan bangunan termewah dibanding PLBN lainnya. “Dulunya tidak seperti ini,” ujarnya.

Dia meminta masyarakat memanfaatkan dan menjaga fasilitas tersebut. Jokowi juga meminta warga mempertahankan kerukunan antarumat beragama.

“Menjadi tugas saya mengurus kepentingan masyarakat terutama mereka yang di perbatasan,” kata Jokowi yang sudah tujuh kali berkunjung ke Kalbar selama menjabat Presiden.

Sementara Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Sri Hartono menambahkan, PLBN di Desa Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), untuk tahap pengerjaan pertama memakan biaya Rp 131 miliar dan untuk tahap kedua memakan biaya Rp 201 miliar yang akan rampung pada akhir 2018.

“Bangunan ini yang diresmikan Pak Presiden menghabiskan anggaran sebesar Rp 131 miliar dan untuk tahap selanjutnya selesai pada akhir 2018 dengan biaya sekitar Rp 201 miliar,” katanya.

Sementara Gubernur Kalbar, Cornelis meminta kepada seluruh kabupaten yang dilewati jalur perbatasan dengan Malaysia tersebut untuk mempersiapkan diri, sehingga nantinya bila dibuka bisa bersaing, baik secara ekonomi dan sumber daya manusia dengan negara tetangga.

“Masing-masing kabupaten agar mempersiapkan diri, seperti Sambas dengan komoditi pertaniannya dan komoditi ekspor lainnya, karena Malaysia tidak menanam padi, tapi membeli beras dari Thailand, ini peluang kita untuk mengembangkan bidang pertanian dan perkebunan,” pungkasnya. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru