Monday, October 14, 2019
Home > Berita > Portugal dan Spanyol ke-16 Besar, Iran Angkat Koper

Portugal dan Spanyol ke-16 Besar, Iran Angkat Koper

Ronaldo gagal penalti. (rtr)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Rusia) – Portugal lolos (ke 16 besar) setelah ditahan Iran 1-1. Begitu juga dengan Spanyol yang bermain imbang 2-2 lawan Maroko. Tapi Iran justru dengan pemainnya lunglai harus angkat koper dari Rusia.

Cristiano Ronaldo gagal mencetak gol lewat tendangan penalti, membuat Portugal ditahan Iran 1-1, pada babak penyisihan Grup B Piala Dunia 2018 di Mordovia Arena, Rusia, Selasa (26/6) dinihari WIB.

Hasil ini membuat Portugal harus puas di peringkat kedua klasemen dan akan berhadapan dengan Uruguay yang berhasil jadi juara Grup A di babak 16 nanti.

Sedangkan Spanyol yang juga bermain imbang melawan Maroko berada di peringat pertama dan akan menghadapi tuan rumah Rusia.

Spanyol dan Portugal sebetulnya sama-sama mengemas lima poin dari sekali menang dua kali seri. Hanya saja Spanyol berhak di peringkat pertama karena lebih banyak mencetak gol.

Sedangkan Iran dan Maroko harus angkat koper meski mereka mempertontonkan permainan menawan.

Portugal boleh dibilang apes. Selain karena Ronaldo gagal mencetak gol lewat titik putih, juga gol Iran tercipta pada masa injury time babak kedua oleh Ansarifard. Padahal jika menang tentu akan menjadi juara Grup B dan akan lebih mudah menghadapi Rusia.

Tidak mudah bagi Portugal menghadapi wakil Asia itu. Meski mutlak menguasai permainan namun pertahanan ketat yang diperagakan Iran membuat Ronaldo Cs kesulitan mencetak gol.

Portugal baru bisa memecah kebuntuan pada menit ke-45. Andrien Silva melepaskan umpan terobosan ke pertahanan Iran. Di sana ada Ricardo Quaresma dan dengan sepakan melengkung dengan kaki bagian luar Quaresma berhasil menembus gawang Beiranvand. Itulah satu-satunya gol yang tercipta pada babak pertama.

Memasuki babak kedua, Portugal terus mendominasi laga. Meski demikian Ronaldo yang dijaga ketat belum mampu membahayakan gawan Iran.

Namun pada menit ke-50, bintang Real Madrid itu terjatuh di kotak penalti, usai mendapat hadangan dari Afagh. Tetapi wasit tidak melihat hal tersebut sebagai pelanggaran.

Pelatih Portugal Enrique Caceres memprotesnya dan akhirnya meminta bantuan VAR untuk menentukan aksi tersebut. Wasit lalu memberikan hadiah penalti bagi Portugal. Namun secara gemilang, Beiranvand mampu membaca arah bola tendangan Ronaldo dan menghentikannya dengan sempurna.

Laga berlangsung keras. Kedua tim kerap melakukan pelanggaran dan sering memprotes keputusan wasit.

Pada menit ke-88, pergerakan Ronaldo kembali dihentikan oleh barisan belakang Iran dengan pelanggaran . Kesempatan bagi Portugal dari sepakan bebas di rusuk kanan pertahanan Iran. Namun usaha Ronaldo tidak berbuah hasil.

Pada menit masa injury time petaka menimpa Portugal. Awalnya sepakan dari pemain Iran mengenai tangan Cedric Soares. Dengan bantuan VAR, wasit akhirnya menunjuk titik putih usai melihat bola dengan jelas mengenai tangan Cedric Soares.

Karim Ansarifard yang bertidak sebagai algojo berhasil mengeksekusi sepakan penalti dengan sempurna. Kedudukan menjadi 1-1 hingga akhir laga. Kemenangan di depan mata Portugal harus terbuang percuma dan mereka pun tidak melewati Spanyol di puncak klasemen.

SPANYOL JUARA GRUP

Spanyol dengan dramatis berhasil bermain imbang 2-2 melawan Maroko pada babak penyisihan Grup B Piala Dunia 2018 di Kaliningrad Stadium, Rusia, Selasa (26/6) dinihari WIB.

Kemenangan Maroko yang sudah di depan mata terbuang percuma karena gol Iago Aspas pada masa injury time babak kedua.

Padahal Maroko sempat unggul pada menit ke-14 lewat gol Boutaib namun dibalas oleh Isco menit ke-19. Maroko sudah di ambang kemenangan ketika En-Nesyri mencetak gol pada menit ke-81.

Namun Iago Aspas yang baru masuk mampu mengubah segalanya dan akhirnya kedudukan menjadi 2-2. Lantaran unggul selisih gol Spanyol berhak di peringkat pertama Grup A meski poin sama dengan Portugal yaitu sama-sama lima. Portugal pun harus puas di peringkat kedua.

Akibatnya Spanyol dan akan berhadapan dengan runner-upp Grup A tuan rumah Rusia. Spanyol terhindar dari tim kuat Uruguay yang kemudian harus berhadapan dengan Portugal. Sedangkan Maroko dan Iran harus segera angkat koper.

Menghadapi Rusia, skuad Hierro tentunya wajib meningkatkan performa mereka setelah sempat mengalami kesulitan mememenangi laga kontra Maroko. Singa Atlas, julukan Maroko bahkan tampil cukup impresif dengan membuat kejutan, meski sudah tidak mempengaruhi nasib mereka di laga pamungkas.

Maroko unggul lebih dulu lewat gol Khalid Boutaïb pada menit ke-14. Kesalahan di lini belakang yang dilakukan oleh pemain Spanyol membuat Boutaïb berada dalam situasi satu lawan satu melawan David De Gea.

Tanpa ampun dia melepaskan tendangan datar yang tidak bisa dicegah kiper De Gea, sekaligus merubah papan skor menjadi 1-0. Beruntung, Matador tetap menurunkan skuad utama mereka, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat aksi Isco, lima menit berselang.

Memanfaatkan umpan Andres Iniesta, Isco sukses menjebol gawang Maroko dari dalam kotak penalti. Sayang, Spanyol yang lebih banyak tampil menunggu di laga itu tidak banyak melakukan tekanan di kubu pertahanan Singa Atlas, meski intesitas pertandingan berjalan cukup keras. Walhasil, skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Permainan alot kembali diperagakan oleh kedua tim sepanjang babak kedua sebelum Maroko kembali unggul, berkat gol Youssef En-Nesyri di menit ke-81. Sundulan dari En-Nesyri menghujam sisi kiri gawang De Gea usai memanfaatkan umpan sepak pojok. Maroko unggul 2-1. Gol tersebut membuat Spanyol terancam dan langsung bangkit melancarkan serangan.

Gol yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang di masa injury time, berkat aksi Iago Aspas. Gol tersebut sebenarnya sempat mendapat protes dari para kubu Maroko karena menganggap Aspas sudah lebih dulu terangkap off-side.

Namun pada akhirnya wasit memutuskan jika Aspas berada dalam posisi on-side usai menerima umpan silang Daniel Carvajal sebelum menjebol gawang Maroko. Gol tersebut sekaligus menutup laga dengan skor akhir 2-2. Dengan hasil itu, Maroko pun hanya mampu membawa pulang satu angka selama kikutsertaan mereka di Piala Dunia 2018. Selama lima kali keikutsertaan mereka di Piala Dunia, Maroko sudah tersingkir empat kali dan hanya mampu lolos dari fase pertama pada edisi 1986 silam.

ARAB SAUDI TEKUK MESIR 2-1

Arab Saudi menang dramatis 2-1 atas Mesir dalam lanjutan penyisihan Grup A Piala Dunia Rusia di Volgograd Arena, Senin (25/6) malam WIB.

Gol Mesir diciptakan oleh bintang mereka, Mohamed Salah menit ke-22 dan gol balasan Arab Saudi lewat tendangan penalti Salman Al Faraj pada masa injury time babak pertama dan pada masa injury time babak kedua oleh Salem Al Dawsari.

Laga wakil Asia dan Afrika ini sudah tidak mempengaruhi posisi mereka sebab mereka sudah tersingkir.

Yang lolos dari Grup A adalah Uruguay yang berhasil meraih poin penuh dari tiga kali laga, lalu disusul tuan rumah Rusia yang memang dua kali dan berhak di peringkat kedua.

Arab Saudi berada di posisi ketiga dengan nilai tiga sedangkan Mesir di posisi buncir tanpa poin karena tiga kali kalah.

Meski tidak berpengaruh namun kedua tim tetap ngotot untuk mencari kemenangan. Tentu ini dilakukan demi gengsi kedua tim yang selama ini dinilai mewakili negara Islam.

Mesir yang turun dengan bintang utama mereka Mohamed Salah unggul terlebih dahulu. Gol tersebut berawal dari El Said mengumpan bola panjang kepada Salah yang dikepung oleh dua bek tengah, namun Salah berhasil mengontrol bola lebih dulu dan bola bisa melewati kepala penjaga gawang Arab Saudi, Al Mosailem.

Pada menit ke-39, Arab Saudi mendapat hadiah penalti dari wasit karena Fathy menyentuh bola di kotak penalti Mesir saat menahan umpan silang yang dilepaskan oleh Al Shahrani.

Fahad Al Muwallad yang dipercaya menjadi algojo gagal menjalankan tugasnya. Bola ditepis oleh El Hadary kemudian bola membentur mistar gawang.

Namun akhirnya Arab Saudi mampu membalas pada masa perpanjang waktu babak pertama.Lagi-lagi wasit memberikan hadiah penalti karena Fahad dijatuhkan oleh Ali Gabr didalam kotak penalti Mesir.

Awalnya ada protes dari pemain-pemain Mesir sehingga wasit minta bantua VAR yang ternyata menyatakan ada pelanggaran. Selain menunjuk titik putih, wasit juga memberikan kartu kuning kepada Ali Gabr untuk pelanggarannya terhadap Fahad.

Al Faraj yang menjadi penendang penalti berhasil menyamakan kedudukan setelah mampu mengarahkan bola ke arah kanan gawang dan gagal dibaca dengan baik oleh El Hadary yang bergerak ke arah kiri. Babak pertama berakhir dengan kedudukan 1-1.

Memasuki babak kedua, Arab Saudi berusaha mendominasi pertandingan. Mereka sepertinya bernafsu mengalahkan Mesir. Menit ke-69 pluang emas didapatkan oleh Arab Saudi ketika Salman Al Faraj melepaskan umpan lambung kemudian disambut dengan sundulan Hussain Al Moghawi yang masih bisa ditepis oleh El Hadary.

Arab Saudi terus menekan. Usaha mereka tidak sia-sia. Salem Al Dawsari berhasil membawa Arab Saudi unggul 2-1 setelah sepakannya dari sudut sempit memanfaatkan umpan Otayf tak bisa diantisipasi oleh El Hadary. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru