Monday, December 16, 2019
Home > Gaya Hidup & Kesehatan > Pornografi Lebih Merusak Otak Dibanding Narkoba

Pornografi Lebih Merusak Otak Dibanding Narkoba

Kerusakan otak akibat pornografi

Kerusakan otak akibat pornografi

Kebiasaan menyaksikan, membaca, atau memainkan materi berbau pornografi dan porno-aksi amat berbahaya dan berdasar penelitian berdampak buruk dua kali lipat dibanding Narkoba pada fungsi otak manusi.

Ahli bedah otak dari AS, Dr. Donald Hilton Jr, mengatakan, pornografi sesungguhnya merupakan penyakit, karena mengubah struktur dan fungsi otak, atau dengan kata lain merusak otak.

Terjadi perubahan fisiologis ketika seseorang memasukkan gambar pornografi lewat mata ke otaknya. Kerusakan yang dihasilkan disebutkan sangat dahsat.

Bila kecanduan narkoba mampu merusak tiga bagian otak, maka penggunaan materi pornografi yang berketerusan (kecanduan) mampu merusak lima bagian otak. Kerusakan dahsat, kata Dr. Mark Kastelmen penulis buku “The Drugs of The Millenium”.

Ia memberi nama pornografi sebagai “visual crack cocain” atau narkoba lewat mata. Bagian otak yang paling dirusak adalah pre frontal cortex (PFC) yang membuat seseorang sulit membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, serta mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls.

Dalam berbagai penelitian, disebutkan, orang yang dikenal pintar pada masa sekolahnya SD, SMP, SMA, selalu gagal di kuliahnya akibat ulah pornografi. Padahal ia diterima test di beberapa sekolah kedinasan dan memilih masuk ke jurusan favorit di suatu PTN. Namun akibat jauh dari pengawasan orang tua, di kost-kostan terpapar pornografi bahkan sampai melakukannya. Hanya tiga semester bertahan, akhirnya drop out! Sungguh tragis nasibnya. Masa depan rusak akibat pornografi.

2. Merusak keseimbangan hormon
Pelaku yang pernah mengakses pornografi dan mengulanginya lagi terancam keseimbangan hormonnya akan terganggu. Karena ada hormon-hormon dalam tubuh yang secara fisiolgis dibuat bekerja terus menerus oleh pronografi. Hormon yang terganggu adalah dopamin, neuropiniphrin, serotonin, oksitosin.

Hormon memaksa seseorang untuk mengakses pornografi, meskipun ia mengetahui bahwa perbuatannya itu tidak benar. Ia pun melakukannya pada saat kesendirian karena ia sadar perilaku itu salah. Namun ia tetap melakukannya dan tidak dapat melawannya. Gangguan hormonal ini menyebabkan seseorang tidak dapat berfikir jernih, malas berfikir, dan tidak dapat berfikir kreatif. Para pecandu pornografi jadi seperti terikat lahir batin dengan pornografi. Jika tidak melihat pornografi beberapa hari, ia akan merasa kangen. Hormon di dalam tubuhnya membuat seseorang jadi terikat pada pornografi.

3. Perpustakaan Porno di otak
Orang yang sering mengakses pornografi akan memiliki perpustakaan pornografi di otaknya. Kemudian ada semacam dorongan untuk terus menambah koleksinya. Di awal seseorang melihat pornografi ia akan puas dengan gambar yang ringan saja. Lama kelamaan ia akan terdorong untuk melihat yang lebih parah. Mencari kepuasan yang lebih besar. Untuk mendapatkan sensasi berikutnya, tak cuma melihat namun juga terdorong untuk melakukannya. Lama kelamaan ia bisa mengalami penyimpangan seksual.
Seratus persen orang yang melakukan kekerasan seksual diawali dari mengakses pornografi. Karena teko air hanya mengeluarkan apa isi yang didalamnya. Semakin sering ia terpapar pornografi maka semakin sulit ia melepaskan pikiran tersebut. Parahnya bukan hanya ia yang jadi korbannya tapi orang lain menjadi korban kejahatan seksualnya.

4. Bahaya bagi yang belum menikah
Bagi orang yang belum menikah ketika terpapar pornografi ia akan tergoda melakukan aktifitas seksual yang mereka lihat. Hal tersebut dapat dilakukan kepada orang dekatnya, menjajal dunia prostitusi atau bahkan melakukan kekerasan seksual kepada orang di sekitarnya yang lebih lemah. Ia merusak dirinya dan merusak orang lain.

5. Bagi yang sudah menikah, Hubungan dengan pasangan bisa rusak
Semakin sering seseorang melihat pornografi, semakin rendah kepuasan yang mereka dapatkan terhadap tindakan seksual yang ringan. Apalagi jika tindakan ini berat sebelah, hanya dilakukan oleh salah satu pasangan saja. Tentunya terjadi ketimpangan ketika melakukan hubungan seksual karena perbedaan ‘ilmu’. Bisa jadi salah satunya akan merasa tidak puas dan terdorong untuk melakukan dengan bukan pasangannya untuk mencari kepuasan yang lebih besar. Ujung-ujungnya perselingkuhan dan perceraian. Bahtera rumah tangga porak poranda!

6. Dampak terhadap keturunan, vibrasi pornografi
Jika orang tua melakukan akses pornografi untuk alasan apapun itu dan mengulanginya lagi, lagi dan lagi, akan terjadi dampak pada anak. Apa yang dirasa, dipikir oleh orang tua dapat dirasakan vibrasinya oleh anak. Semacam ada efek resonansi. Misalnya orang tua yang sedang memiliki emosi negatif berlebihan, vibrasinya bisa berdampak pada anak jatuh sakit. Konten pornografi yang menjalar pikiran dan perasaan orang tua akan tertangkap vibrasinya oleh anak. Secara psikologis vibrasi negatif ini akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Ketika anak tak sengaja terpapar pornografi efek vibrasi ini bekerja. Anak terancam mengalami adiksi pornografi sejak dini. Tanpa sadar hal itu terjadi karena ulah orang tuanya sendiri.

Kita harus berhati-hati dan berusaha mengawasi ketat anak-anak kita, karena efek pornografi sungguh dahsat dan berdasar penelitian Indonesia termasuk lima besar negara paling banyak mengakses situs porno.  (dari berbagai sumber/arl)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru