Tuesday, November 19, 2019
Home > Berita > Politisi PDIP Nilai Menag Gagal Pahami Visi Misi Nawacita Jokowi, Lukman Dipanggil JK

Politisi PDIP Nilai Menag Gagal Pahami Visi Misi Nawacita Jokowi, Lukman Dipanggil JK

Maruarar Sirait. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Maruarar Sirait, politisi PDI Perjuangan  ikut menyerang Kementerian Agama (Kemenag) yang merilis rekomendasi 200 mubalig. Menag Lukman Hakim Saifudin dinilai gagal memahami visi misi dalam Nawacita Jokowi.

“Menurut saya Menteri Agama gagal paham, dia bekerja untuk siapa, dan gagal memahami apa yang dilakukan Pak Jokowi,” kata Maruarar, saat menjadi narasumber satu diskusi, Selasa (22/5).

Maruarar menyayangkan sikap Menag yang justru mengeluarkan rekomendasi berbeda dari visi misi Jokowi. Padahal, saat ini, Jokowi tengah berusaha merangkul kalangan ulama dan ormas dan serta tokoh masyarakat.

“Harusnya seorang menteri itu mengerti dan memahami presidennya. Sebagai menteri dia tidak boleh menjalankan visi msisinya, tetapi visi misi presiden, baik dalam nawacita, maupun langkah-langkah yang dilakukan Pak Jokowi,” ujarnya.

Kemenag meluncurkan daftar 200 nama mubalig yang direkomendasikan. Alasan Menag daftar itu dirilis mengingat Kemenag kerap mendapat pertanyaan tentang rekomendasi penceramah atau mubalig.

Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan 200 nama mubalig yang masuk dalam rekomendasi adalah usulan ormas-ormas Islam. Sehingga, jika ada mubaligh atau dai yang belum masuk daftar rekomendasi Kemenag, nama tersebut belum diusulkan oleh ormas.

DIPANGGIL WAPRES JK
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin terkesan tak mau disalahkan atas rekomendasi terhadap 200 mubalig dari kementerian yang dipimpinnya. Akibatnya polemik soal mubalig terus bergulir.

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dengan tegas meminta Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin segera merevisi rekomendasi daftar pendakwah yang dikeluarkan. Apalagi daftar yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) hanya sebanyak 200 mubalig.

“Kami sudah bicarakan tadi, agar dibuat pola yang lebih baik, lebih efisien, tetapi nantilah. Itu daftar sementara,” kata Kalla kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (22/5).

Menurut Kalla, Indonesia butuh minimal 300 ribu dai sehingga kurang kalau hanya 200 mubalig. “Karena kita punya masjid untuk salat Jumat saja, khatibnya butuh 300 ribu. Jadi, bagaimana bisa itu hanya 200, itu hanya kecil sekali itu,” kata dia.

Wapres Kalla memanggil Menag Lukman ke Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (22/5). Lukman dipanggil dengan agenda mendiskusikan pengumuman yang dikeluarkan Kemenag terkait 200 mubalig (pendakwah).

Wapres meminta Menag untuk menyempurnakan pengumuman tersebut. Penyempurnaan supaya daftar menjadi lebih baik dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menerima ceramah dari para mubaligh.

Usai bertemu Wapres Lukman mengatakan akan mengundang sejumlah ormas Islam untuk memberikan masukan. “Prinsipnya kita berkewajiban untuk melayani masyarakat yang ingin mendapatkan para penceramah yang berwawasan tentang keislaman,” ujarnya.(iwan/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru