Wednesday, November 13, 2019
Home > Berita > Polisi selidiki dugaan kasus pelecehan seksual di National Hospital Surabaya

Polisi selidiki dugaan kasus pelecehan seksual di National Hospital Surabaya

Polisi selidiki dugaan kasus pelecehan seksual di RS National Hospital Surabaya. (tribun)

MIMBAR-RAKYAT.com (Surabaya) – Polres Kota Besar Surabaya sedang menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual kepada seorang pasien National Hospital Surabaya, setelah menerima laporan dari pihak keluarganya.

“Sebenarnya sebelum pihak korban melapor, kami telah menurunkan tim penyelidik ke National Hospital, di Jalan Boulevard Famili Selatan, Wiyung, Surabaya,” ujar Kepala Polres Kota Besar Surabaya, Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan, kepada wartawan di Surabaya, Kamis.

Kapolres mengatakan, tim penyelidik Polres Kota Besar Surabaya mendatangi National Hospital setelah melihat video yang menayangkan korban pasien berinisial W, yang sambil menangis menuduh karyawan berinisial Jun, yang bertugas sebagai perawat di rumah sakit setempat, menggerayangi tubuhnya saat sedang dibius usai dioperasi.

Dalam tayangan video yang menjadi viral di media sosial itu, Jun sebagai tertuduh mengakui perbuatannya dan telah meminta maaf kepada korban beserta seluruh pihak keluarganya yang saat itu terlihat mendampingi di National Hospital.

“Setelah kami turunkan tim penyelidik, ternyata tayangan video yang viral itu memang benar terjadi di National Hospital Surabaya,” ucap Setiawan seperti dilansir antaranews.

Tadi sore, suami korban, Yudi Wibowo Sukinto, secara resmi melaporkan perkara ini ke Polres Kota Besar Surabaya.

Sukinto, yang juga seorang pengacara berkantor di Surabaya, mengatakan, isterinya diduga   digerayangi perawat National Hosipital usai operasi kandungan pada Rabu pagi, 24 Januari 2018.

“Saya berterima kasih kepada Polrestabes Surabaya yang telah menerjunkan tim penyelidik ke Rumah Sakit National Hospital Surabaya sejak tadi pagi meski saya belum melapor. Sore ini saya secara resmi melaporkan perkara ini,” ujarnya.

Menurut dia, atas kejadian itu, istrinya mengalami gangguan psikis. “Istri saya stres berat, sampai sekarang kalau diajak bicara masih belum bisa konsentrasi,” katanya.

Setiawan memastikan akan mengusut perkara ini sampai tuntas. “Terlapor sampai sekarang masih berstatus saksi. Kami masih kembangkan penyelidikan,” ujarnya.  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru