Thursday, December 12, 2019
Home > Editorial > Pilpres Jangan Cederai Rakyat

Pilpres Jangan Cederai Rakyat

JOKO WIDODO – JUSUF KALLA (Jokowi-JK) atau Prabowo – Hatta Rajasa. Itulah pilihan pada Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) untuk periode 2014-2019, yang akan digelar 9 Juli 2014. Hanya ada dua pasangan, antara pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai pemenang pemilu, bersama PKB, Nasdem, serta Hanura, dan duet yang dicalonkan Gerindra dan koalisinya.

Dipastikan pilpres hanya akan berlangsung satu putaran, karena hanya diikuti dua pasangan seperti telah dideklerasikan Senin (19/5). Andai pilpres ditentukan  persentase kursi yang diraih di DPR pada Pemilu Legislatif lalu, maka pasangan Presiden-Wakil Presiden mendatang adalah Prabowo-Hatta. Kenapa? Karena dengan bergabungnya Golkar sebagai anggota koalisi, disamping  PAN, PPP, PKS, maka duet ini meraih 292 kursi atau lebih dari separuh dari jumlah 560 kursi di DPR.

Tetapi persentase itu tidak otomatis mengantar pasangan calon menjadi pemenang, karena aturan itu hanya untuk menentukan suatu pasangan berhak maju sebagai calon presiden-wakil presiden. Pasangan yang berhak maju adalah yang dicalonkan oleh satu atau gabung partai yang berhasil meraih 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara secara nasional. Nah hanya dua pasangan itu yang berahak mengajukan calon.

Golkar yang semula berkeinginan mengajukan Ketua Umum Golkar Abrurizal Bakrie  (Ical)sebagai capres, tidak bisa menjadi kenyataan karena suara/kursi yang mereka miliki tidak cukup hingga akhirnya memutuskan bergabung dengan Gerindra. Partai Demokrat mengalami nasib serupa dan akhirnya memutuskan tidak mengajukan calon, bahkan tidak berkoalisi.

Lalu siapa calon pemenang? Jawabannya, pasangan presiden dan wakil presiden mendatang akan ditentukan oleh rakyat. Rakyatlah yang memiliki suara. Tinggal kini bagaimana kedua pasangan kandidat mengambil hati rakyat. Sekarang kedua pasangan capres-cawapres yang ada ditantang untuk meyakinkan rakyat.

Yang pasti saat ini telah timbul kejala persaingan di tengah masyarakat. Ada kelompok yang menyatakan mendukung Jokowi-JK ada yang menyatakan siap memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Bahkan partai yang telah menetapkan koalisinya, sejumlah kader mereka malah membelot.

Sejumlah kader Golkar dengan terang-terangan menyatakan mendukung pasangan Jokowi-JK. Padahal Golkar, seperti diputuskan ketua umumnya Ical, berkoalisi dengan Gerindra untuk mengusung pasangan Prabowo-Hatta.

Di sejumlah daerah pun bermunculan para pendukung. Semua itu sah-sah saja. Dan “pasar” juga menyambut positif. Kita berharap apa yang sudah tercipta tidak dirusak kandidat yang bersaing dalam pilpres serta partai pendukungnya. Sentimen positif yang sudah tercipta, juga dalam hal ekonomi secara umum, harusnya bisa dijaga. Jangan ada lagi kebohongan, mengumbar janji yang tak mungkin dapat dipenuhi, karena dapat menimbulkan hilangnya kepercayaan rakyat. 

Seluruh anggota koalisi di kedua kubu diharapkan betul-betul menawarkan perbaikan bagi bangsa dan negara. Jangan lagi ada politik transaksional, hanya menonjolkan kepentingan pribadi-pribadi atau kelompol. Kita berharap tidak ada partai atau elite partai yang memutuskan berkoalisi karena mengharapkan jabatan tertentu di cabinet.

Yang lebih penting, kita berharap kandidat pasangan capres-cawapres, partai pendukung, tim sukses, serta para simpatisan tidak menjadikan persaingan menuju kursi nomor satu dan dua di Nusantara ini  untuk mengadu doma rakyat.  Jangan pecah belah rakyat. Silakan berpromosi atau mengakampanyekan pasangan capres-cawapres masing-masing, tetapi jangan sampai mencederai rakyat.

Bagi rakyat, siapa yang berkuasa dan dari partai mana tidak penting. Yang diharapkan tanggung jawab penguasa terhadap rakyat yang dipimpin. Apakah Jokowi-JK yang menang atau Prabowo-Hatta. Yang penting pasangan terpilih benar-benar memikirkan rakyat, mengutamakan kesejahteraan rakyat,  bukan bagi-bagi kekuasaan.***Janet

Ilustrasi: Jokowi dan Prabowo (Foto: Istimewa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru