Tuesday, December 10, 2019
Home > Nasional > Pilih Bertani, Sutarman Menolak Jadi Dubes Maupun Komisaris BUMN

Pilih Bertani, Sutarman Menolak Jadi Dubes Maupun Komisaris BUMN

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) -Setelah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Polri, Jenderal (Pol) Sutarman ingin mendedikasikan hidupnya untuk bertani. Ia menolak tawaran Presiden Joko Widodo untuk menjadikannya sebagai duta besar ataupun komisaris badan usaha milik negara.

“Saya terima kasih sudah ditawarkan itu. Saya bekerja di pemerintahan hampir 34 tahun. Sisa hidup saya akan saya gunakan untuk membantu rakyat yang masih membutuhkan,” ujar Sutarman di Kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2015) siang.

Sutarman menegaskan bahwa dia tidak akan terjun lagi ke pemerintahan atau dunia politik. Ia ingin pulang kampung ke Sukoharjo, Jawa Tengah. Dia tak berkantor lagi di Mabes Polri sampai masuk masa pensiun pada Oktober 2015. Selain bergerak di bidang sosial, Sutarman pun akan melanjutkan pekerjaan ayahnya, yakni bertani.

Jenderal Pol.Sutarman melakukan seremonial serah terima dengan Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Badrodin Haiti. Kedua perwira tinggi itu mengakui muncul pro dan kontra di masyarakat terkait pergantian pucuk pimpinan Polri saat ini.

Namun dia mengingatkan agar polemik itu tak merembet ke internal korps Bhayangkara. “Pergantian ini menimbulkan masalah di masyarakat. Di internal jangan sampai menimbulkan masalah,” kata Sutarman usai mengikuti upacara seremonial pelepasan dirinya sebagai Kapolri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/1/2015).

Mantan Kepala Polri Jenderal Pol Sutarman menegaskan bahwa dirinya mengetahui banyak hal terkait apa yang terjadi di tubuh Polri, terutama soal pergantian dirinya. Namun, ia memilih tidak berbicara banyak untuk menjaga soliditas Polri.

“Saya tahu banyak masalah di Kepolisian dan negeri ini, tapi saya tidak akan bicara banyak,” ujar Sutarman dalam amanat upacara penyerahan tugas, wewenang dan tanggung jawab Kapolri kepada Wakapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti di Rupatama, Mabes Polri, Rabu (21/1/2015).

Presiden Joko Widodo sebelumnya menerbitkan dua keputusan presiden, Jumat (18/1/2015) malam. Pertama, keppres pemberhentian Sutarman sebagai Kapolri. Kedua, keppres penunjukan Badrodin Haiti untuk melaksanakan tugas, wewenang, dan fungsi Kapolri. 

Langkah itu diambil Presiden setelah memutuskan menunda melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.Presiden menunda pelantikan setelah Budi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Jenderal Sutarman Rabu 21/1/2015 melakukan seremonial serah terima dengan Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Badrodin Haiti. Perwira tinggi kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah itu mengakui muncul pro dan kontra di masyarakat terkait pergantian pucuk pimpinan Polri saat ini.

Namun dia mengingatkan agar polemik itu tak merembet ke internal korps Bhayangkara. “Pergantian ini menimbulkan masalah di masyarakat. Di internal jangan sampai menimbulkan masalah,” kata Sutarman usai mengikuti upacara seremonial pelepasan dirinya sebagai Kapolri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/1/2015).

Tidak Hadir

Dua jenderal bintang tiga, Komjen Suhardi Alius dan Komjen Budi Gunawan tidak terlihat dalam seremoni pelepasan Jenderal Sutarman. Belum diketahui ke mana dua jenderal ini di pelepasan pimpinan keduanya.

Bukan saja saat pelepasan yang digelar di PTIK, dalam Upacara Penyerahan Tugas, Wewenang, dan Tanggungjawab Kapolri ke Wakapolri yang digelar, Rabu (21/1/2015), dua jenderal ini pun tidak tampak. Sementara beberapa perwira tinggi yang mengemban bintang tiga seperti Kabaharkam, Kabaintelkam, dan juga Kepala BNN, hadir.

Hadir dalam undangan itu Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan jajaran kepala staf TNI. Masing-masing dari mereka memberikan cinderamata.

Prosesi perpisahan diakhiri dengan Pedang Pora yang mengiringi Jenderal Sutarman ke luar auditorium. Di luar ruangan sudah berderet perwira tinggi, para Kapolda, dan perwira menengah. Jenderal yang memasuki pensiun Oktober 2013 ini menyalami satu per satu bawahannya itu. Di luar gerbang sudah siap Innova hitam yang akan mengantar Sutarman dan istrinya pulang. (AL)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru