Friday, November 22, 2019
Home > Berita > Pesta Seks Kaum Gay Jangan Dianggap Sepele, Harus Terus Dibongkar dan Diberantas

Pesta Seks Kaum Gay Jangan Dianggap Sepele, Harus Terus Dibongkar dan Diberantas

Pria yang diduga gay diamankan polisi di Kelapa Gading. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Pesta seks kaum gay (homo) yang dibongkar polisi di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara mengundang perhatian berbagai pihak. Pesta seks sesama jenis itu dinilai bagian dari perang budaya dan harus terus dibongkar dan diberantas.

“Perang budaya seperti ini bisa melemahkan kekuatan bangsa,” kata Musni Umar, sosiolog kepada media, Senin (22/5) malam. “Kami prihatin dengan adanya pesta seks seperti itu.”

Musni juga khawatir, pesta seks sesama jenis yang dilakukan di ruko berkedok tempat kesehatan kebugaran (fitnes), karena melibatkan kalangan muda. “Kalau begini caranya bangsa kita bisa lemah,” ucapnya.

Musni yang juga Rektor Universita Ibnu Khaldun itu mengapresiasi polisi yang berhasil membongkar praktik terlarang itu. “Kami minta polisi bongkar semua praktik seperti itu, karena merusak moral bangsa,” tandasnya.

Ditambahkan, budaya yang berasal dari barat itu menular dan diadopsi mayoritas anak muda yang merupakan generasi bangsa. “Otomatis moral mereka rusak, sehingga tidak lagi memiliki spirit untuk menjaga nasionalisme,” sambungnya.

Kasus seperti ini, tidak cukup sampai ke proses hukum, tetapi yang terlibat perlu diberikan pemahaman dan mendapatkan edukasi, sehingga terhindar dari budaya barat.

Keprihatinan juga diutarakan Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi. “Ini menunjukkan masalah homoseksual tidak bisa dianggap sepele, tapi perlu penanganan serius baik dari pemerintah, tokoh agama maupun masyarakat,” tuturnya.

Menurut Zainut, kegiatan homoseksual sudah berkembang menjadi komoditas bisnis yang memiliki pangsa pasar dan jaringan yang rapi serta dikelola secara profesional, sehingga memerlukan penanganan serius, sistematis dan menggunakan teknik informatika yang memadai. “Kita tidak boleh kalah dengan para pelaku kejahatan,” ucapnya.

Dia menambahkan, semua agama mengajarkan kepada pemeluknya untuk berperilaku seks yang sehat dan bertanggungjawab. Karena itu, seks yang menyimpang harus diberantas. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru